Dugaan Perbuatan Amoral Wadir 1 RSJ Di Laporkan Ke Gubernur

Manado,(KOMUNIKASULUT) , Kasus dugaan Perbuatan tidak beretika yang dilakukan Oknum Pejabat Rumah sakit jiwa (RSJ) Ratubuysang, berinisial HP 50-an terhadap salah satu stafnya berinisial RA, diadukan ke Gubernur Sulut.

“Dia sering mengirimkan pesan yang tidak wajar pada istri saya, sampai tengah malam dan mengajak bertemu di luar kantor,” demikian bunyi surat aduan yang ditujukan kepada Gubernur tersbeut.

Hal tersebut langsung mendapatkan tanggapan dari Wagub, Steven Kandouw, dan mengatakan akan diproses Badan kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Utara (BKD) Sulut, Dan pastinya perbuatan amoral tidak di benarkan, apalagi dilakukan oleh oknum pejabat.

“Kita akan selesaikan dengan tuntas. dan jika terbukti bersalah oknum Wadir berinisial HP pasti akan dapat sanksi tegas. namun kita kedepankan asas praduga tidak bersalah ” tegas mantan ketua Deprov Sulut.

Berdasarkan aduan suami korban, oknum HP dituduh melakukan perbuatan amoral mengganggu istri sah pelapor. Bukti pelapor terhadap laporan yang dila yangkan ke Gubernur berupa percakapan keduanya melalui media sosial(facebook dan BBM). Dimana dalam percakapan dibahas bukan masalah tugas-tugas kantor dan tak menunjukan staf dan pimpinan tetapi sudah mengarah hal yang negatif.

Menurut pelapor kronologisnya, tanggal 24 maret 2016 pukul 11:19 wita, istrinya menerima pesan singkat dari HP lewat inbox facebook, pesan dimaksud hanya berbentuk gambar jempol.pesan tersebut tidak ditanggapi istri pelapor, namun pukul 11:41 wita, HP kembali mengirim pesan dalam bentuk pertanyaan singkat kalau istri pelapor tinggal dimana dan dijawab sesuai fakta tinggal di Sario Tumpaan.

Pesan dari HP terus berlanjut bahkan semakin tak sopan, HP secara terang mengutarakan keinginannya untuk bertemu istri pelapor diluar jam kantor. namun tidak sebatas menemaninya dalam obrolan tetapisudah mengarah hal yang tidak lazim yang di sampaikan seorang pejabat negara. Menurut pelapor ulah HP yang sudah sangat tidak beretika dan sudah sangat meresahkan pelapor dan istrinya. Apalagi pelapor bekerja di Batam, secara jarak saja sudah sangat jauh dengan istrinya yang di Manado.(DIMDIM)