Reza Arthamevia Terjatuh di Tangga Hierarki Maslow

APA yang kau cari Reza? itu yang ada dalam benakku. Ternyata pertanyaan itu ada juga dalam benak temanku, saat diskusi Selasa sore. Dia menanyakan, Reza ini sudah cantik, artis terkenal, dulu punya suami artis dan politisi Adji Masaid (alm) dan punya anak yang cantik-cantik, rumah mewah. Sepintas tidak ada yang kurang, dari Reza. Pertanyaannya, kenapa sampai terlibat kasus narkoba?

Motivasi hidup manusia memang beragam, dan tidak selalu mengikuti tahapan teori kebutuhan Maslow. Abraham Maslow. membuat lima tahapan hierarki kebutuhan manusia dalam bentuk piramida . Pertama tahap fisiologis, dimana manusia hanya memenuhi kebutuhan dasar, makan, minum, sex. Kedua, kebutuhan keselamatan, yakni bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror. Ketiga, kebutuhan sosial, misalnya memiliki teman, keluarga, cinta dari lawan jenis. Keempat, kebutuhan penghargaan, ingin dihargai. Terakhir, aktualisasi diri.

Tertangkapnya Reza sungguh membuat decak kagum. Reza sudah melewati semua tahapan yang diteorikan oleh Maslow. Bahkan, pada tahap aktualisasi diri, Reza telah berhasil mendorong suaminya Adji Masaid menjadi seorang anggota parlemen di negeri ini. Namun, tahapan Maslow itu nampaknya masih kurang, bisa jadi dalam benak Reza ada pertanyaan, what next?

Bisa jadi itu lah yang dicari Reza, sehingga lari dari keluarganya dan rela mendampingi guru spiritualnya bernama Gatot Brajamusti. Nama Gatot ini juga muncul dipermukaan publik setelah Reza dinyatakan ‘hilang’ dan ternyata sembunyi di rumah Gatot Brajamusti. Siapa Gatot, saya kira tidak banyak media yang tertarik mengulasnya. Namun teman Reza ini berhasil meraih puncak posisi di kalangan artis perfilman, karena menduduki jabatan Ketua Parfi. Sebuah jabatan yang sudah tidak terdengar lagi kiprahnya.

Hanung Bramantyo yang filmnya terkenal dan selalu booming, Riri Reza yang melahirkan AADC nampak tidak tertarik membahas jabatan Ketua Parfi. Akibatnya, Kongres Parfi periode 2016-2021, nyaris lolos dari pantauan media massa. Namun, media terpaksa harus mengarahkan lensa dan mengirim wartawannya ke lokasi Kongres Parfi di Mataram, karena Ketuanya bernama Gatot Brajamusti dan Reza Arthamevia ditangkap karena menggunkanan narkotika jenis Sabu-sabu.

Langkah Reza ini bisa dibilang, berangkat dari Hierarki paling dasar menapak setapak demi setapak, hingga di puncak Piramida Maslow, setelah itu jatuh terjungkal ke dasar lagi. Bisa jadi Abraham Maslow memang kurang lengkap dalam berteori.

Sebagai peneliti komunikasi, teori Maslow sudah saatnya dilengkapi dengan tahap keenam, yakni berbagi, atau sharing dengan sesama. Dengan berbagi maka seseorang, akan merasakan dirinya menjadi bagian dari sesama dan setara meski posisinya lebih tinggi dari sisi derajat di mata Sang Pencipta.

Dr. Pitoyo, M.IKom – Pemerhati dan Praktisi Komunikasi Antarmanusia, Bandung.