Korban Penertiban Anggap Pemerintah Pilih Kasih

Manado, (Komunikasulut.com) – Warga korban penertiban di jalan Piere Tendean, Boulevard, mengeluhkan sikap pemerintah yang dianggap pilih kasih.

Warga menganggap pemerintah hanya pilih-pilih saja, dalam melakukan penertiban, sebab ada yang ditertibkan, namun ada juga yang dibiarkan tanpa ada alasan yang jelas, sehingga menimbulkan protes seperti yang disampaikan pengurus BKPRMI Sario, Ater Mekinggung.

Ater mempertanyakan penertiban tidak dimulai dari depan Dealer Toyota dan hotel Ibiss Sario, tetapi dari Warga yang berjualan di kawasan tersebut.

“Seharusnya pemerintah Memikirkan nasib Warganya yang berjualan di jalur hijau, akan dikemanakan mereka setelah digusur, bukan hanya kompensasi saja yang diberikan tetapi lokasi pindahnya juga harus dipikirkan,” katanya.

Bahkan dia mengatakan, pemerintah kota harusnya belajar kepada gubernur Jakarta, Basuki “Ahok” Tjahaya Purnama dan Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini yang tetap memikirkan kesejahteraan karyawan meskipun melakukan penertiban.

Keluhan juga disampaikan Saleh, warga Titiwungen yang kiosnya juga kena penertiban dan mengaju akan bertahan karena dia berharap Pemkot memberikan kompensasi kepada mereka. (Vil)