Warga Menuntut Agar Dibuka Kembali Tempat ibadah

Manado, (KomunikaSulut.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, Agar minta semua pihak yang bersengketa di Kelurahan Maasing, Tuminting, untuk menahan diri terhadap penutupan rumah ibadah di lokasi tanah yang disengketakan.
14620010_1437142082966046_1616006635_n
“Kami bermohon untuk semua pihak saling menahan diri, baik pemilik tanah berdasarkan keputusan BPN, Hanny Walla, maupun masyarakat yang bertahan di lokasi tersebut,” kata Pimpinan Komisi A, DPRD Manado, Hengky Kawalo, di Manado, Senin.10/10

Hengky mengatakan, sebelumnya masyarakat sudah datang dan mengeluhkan hal tersebut, dan minta dewan memfasilitasi agar pagar seng rumah ibadah tersebut dibuka, karena mereka mau beribadah di situ, tetapi sampai sekarang tidak dibuka oleh Hanny Walla.
14627863_1437142092966045_1530960381_n
Demikian juga dikatakan oleh legislator, Syarifudin Saafa, yang minta masing-masing pihak menahan diri, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jika memang putusan pengadilan berpihak pada mereka, akan dilaksana, demikian juga jika tidak maka harus dihormati.

Menurut Saafa soal rekomendasi adalah kewenangan lembaga, maka hasil rapat tersebut akan disampaikan kepada pimpinan dewan agar bisa diterbitkan, bukan legislator atau hanya komisi semata.

Pjs Kepala Kantor Kementerian Agama Manado, Irwan Musa, mengatakan, pihaknya memang secara pribadi sudah meminta kepada Hanny Walla, untuk membuka tempat tersebut, sebab akan digunakan umat untuk beribadah, tetapi menurutnya tidak dilakukan.

“Kami tidak berwenang mengurus siapa pemilik tanah, yang kami campuri di situ adalah urusan keagamaan sekaligus mencegah terjadinya konflik yang bernuansa sara,” katanya.

Kepala BPN Manado, HR Motulo yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, masalah tersebut harus menunggu keputusan pengadilan, dan
menyerahkan masalah kepada DPRD saja yang memutuskan.

Demikian juga dengan Kasat Pol PP, Xaverius Runtuwene, yang menyatakan, mereka akan ikut melakukan pengamanan jika ada permintaan khusus dari masyarakat, demikian juga pol14642866_1437142072966047_1795890321_nisi dari Polsek Tuminting dan lainnya.

Sementara warga yang datang, tetap menuntut agar tempat ibadah itu dibuka, bukan hanya kepentingan
satu orang tetapi banyak orang yang bermukim di kawasan tersebut. (DIMS)