PKL Shoping Center Adukan Direktur PD Pasar Ke DPRD

Manado, (Komunikasulut.com) – Tiga minggu tidak berjualan puluhan pedagang kaki lima (PKL) shopping center Manado, mengadukan direktur PD pasar, ke DPRD Manado, Rabu (26/10/2016).

“Kami keberatan karena sebelumnya, Dirut PD Pasar Manado berjanji akan menata kami dengan membuat kanopi di bagian depan shopping centre, sekarang malah dilarang berdagang,” kata Wakil pedagang, Yusuf Akuba, di kantor DPRD Manado.

pkl-shoping-ok_dimas

Yusuf mengatakan, para pedagang menyesalkan hal tersebut, sebab sekarang mereka menerima dua surat teguran, karena tidak mau pindah ke belakang shoping dan bertahan di depan, padahal itu dan merugikan pedagang, karena pendapatan di situ kurang.

“Kami menolak karena pengeluaran di situ rendah padahal biaya sewa yang dikeluarkan mencapai Rp20 ribu perharinya, belum ditambah sewa bulanan, “katanya.

pkl-shoping_dimas

Dia mengatakan, sebelumnya Dirut PD pasar mengajak PKL bertemu dan berkata akan membuat kanopi di bagian depan untuk relokasi pedagang, tetapi justru dibangun di belakang, dan disuruh pindah ke situ.

Dia mengatakan, jika memang PD Pasar tidak bisa memberikan kepastian sekarang, maka mereka minta agar diberikan waktu November sampai Desember baru mereka mau pindah Januari 2017 di bagian belakang shoping center.

Diapun mengatakan, Dirut PD Pasar tidak memberikan sosialisasi tentang relokasi pedagang sehingga mereka mengalami kerugian akibat tidak berdagang selama tiga minggu.

Legislator Benny Parasan, yang menerima para pedagang tersebut, berjanji akan memfasilitasi masalah tersebut, karena harus memanggil kembali Dirut PD pasar, Ferry Keintjem. “Sayangnya kami tidak bisa bertemu dan berkomunikasi dengan Dirut, sehingga harus menunggu tetapi tetap akan dibahas bersama PD Pasar,” katanya. (Dims)