Disnaker Manado Bahas UMK 2017

Manado, (KomunikaSulut.com),- Penetapan upah minimum kota (UMK), 2017, masih dibahas oleh, Dinas tenaga kerja (Disnaker) Manado, dan melibatkan pihak-pihak yang terkait.

“Dewan pengupahan kota, sedang membahas UMK, dan sambil menunggu upah minimum provinsi (UMP) yang akan di tetapkan Gubernur,” kata Kepala Disnaker Manado, Atto Bulo, di Manado, senin siang, (31/10/2017).

Atto mengatakan, Manado memang harus menunggu penetapan UMP dulu, baru akan menetapkan UMK, karena itu merupakan acuan untuk menetapkan upah bagi para buruh di kota Manado.

Dia mengatakan, untuk membahas UMK kota Manado, para Dewan pengupahan kota, yang terdiri atas pemerintah, serikat buruh, akademisi, dan asosiasi pengusaha, melakukan pertemuan untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

“Apa yang akan diputuskan nanti, harus bisa mengakomodir kepentingan para buruh dan pengusaha, sebab sama-sama adalah warga kota Manado yang harus dibela dan diperjuangkan kepentingannya juga.” kata Atto.

Atto menegaskan, penetapan UMK nanti tetap mengacu pada UMP dimana harus lebih tinggi 10 persen dari situ, karena kami mempertimbangkan semua faktor yang masuk dalam kebutuhan hidup layak.

Dia mengatakan, kebutuhan layak sudah di survey, dan sudah disurvey oleh tiga tim bentukan disnaker yang melibatkan semua bunsur sehingga diharapkan objektif dalam penentuan UMK Manado nanti.

Atto mengatakan sudah pada dasarnya meskipun sudah ada UMP dan UMK, tetapi belum semua perusahaan mau melaksanakannya dengan alasan tidak ada kemampuan membayar gaji sesuai ketentuan.

“Perusahaan yang tidak ada kemampuan harus menyampaikan secara resmi ke Disnaker, dalam hal ini kami akan meminta bantuan akuntan publik, untuk mengaudit dan menyatakan perusahaan tersebut tidak mampu, baru kami akan memberikan kelonggaran waktu meskipun hanya tiga bulan,” katanya.

Atto sangat berharap setelah penetapan UMP, UMK segera menyusul, sehingga tahun depan buruh pekerja akan bisa mendapatkan haknya sekaligus.(DIMS)