TNI AU Latihan Bersama Militer Amerika

Manado, (Komunikasulut.com) – Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama TNI Nanang Santoso mewakili Asisten Operasi Kasau dan Kuasa Usaha Ad-Interim Kedubes Amerika Serikat Brian McFeeters membuka Latihan bersama TNI Angkatan Udara dan Militer Amerika Serikat, yang berlangsung selama 11 hari di Lanud Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Selasa (1/11/2016).

latihan-bersama-au-amerika-6_rian latihan-bersama-au-amerika_rian

Militer Amerika Serikat terdiri dari Korps Marinir Amerika Serikat dan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). Latihan bersama Cope West ini didukung oleh Pasific Air Forces, dan Angkatan Udara kedua negara akan terlibat dalam latihan tempur taktis. Pesawat yang dilibatkan dalam latihan ini menggunakan 6 pesawat F-16 TNI AU dan 6 pesawat F-18 Hornet Skadron 3 VMFA (Aw), pesawat SAR , 1 Helly Super Puma dengan Tim SAR 6 personel dari Yonko 466 Paskhas, Pesawat dukungan C-130 Hercules, C-17 Globe Master, dengan melibatkan personel TNI AU berjumlah 250 personel dan US 225 personel.

Pelaksanaan latihan 1-11 November bertempat di Lanud Sam Ratulangi Manado. Materi latihan tentang taktik pertempuran udara ke udara. Pelaksanaan latihan dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Skuadron yang terlibat dari TNI AU yaitu Skadron Udara 3 Wing 3 Lanud Iswahjudi dan US milik Korps Marinir US. Marsekal Pertama TNI Nanang Santoso di sela-sela acara pembukaaan latihan menjelaskan, latihan bersama Cope West 2016, merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar Indonesia dan US.

latihan-bersama-au-amerika-2_rian latihan-bersama-au-amerika-3_rian

Pada Cope West 2016 ini, setelah beberapa tahun lamanya, kita kembali melaksanakan latihan dengan keterlibatan pesawat tempur kedua bela pihak. Ini juga merupakan perkembangan yang sangat baik antara kedua negara melalui latihan ini, diharapkan mencapai beberapa sasaran yaitu untuk meningkatkan kemampuan para penerbang, untuk memberikan pengalaman kepada para pilot tentang pelaksanaan prosedur operasi udara gabungan dan untuk membangun hubungan perorangan guna meningkatkan hubungan baik persahabatan, saling pengertian dan saling menghormati antara TNI AU dan US Military, dan yang terpenting adalah dapat melaksanakan latihan dengan aman dan sukses.

Lebih lanjut dikatakan agar seluruh peserta latihan dapat melaksanakan latihan ini dengan efektif dan aman, dalam rangka menyelesaikan seluruh program latihan yang telah direncanakan. Marsekal Pertama TNI Nanang Santoso juga meyakini agar latihan tersebut, akan memperkaya pengalaman dari kedua bela pihak khususnya para pilot pesawat tempur, teknisi dan unsur pendukung lainnya, disisi lain akan meningkatkan rasa pengertian, percaya diri dan rasa kerjasama antara kedua bela pihak.

latihan-bersama-au-amerika-5_rian latihan-bersama-au-amerika-4_rian

Latihan ini akan menjadi momen berhubungan dalam memperkuat jalinan persahabatan yang sudah baik selama ini. Sedangkan Kuasa Usaha Ad-Interim Kedubes Amerika Serikat Brian McFeeters menggatakan “ Kerjasama pertahanan AS – Indonesia tidak pernah lebih kuat atau lebih komprehensif daripada sekarang ini, dan kami bangga menjadi mitra utama bagi Indonesia dalam latihan bersama dan kerjasama lainnya dalam bidang pertahanan “. Terkait kekuatan kemitraan strategis antara AS dan Indonesia, Brian McFeeters menggatakan “ Amerika Serikat adalah kawan dekat dan mitra antusias untuk Indonesia di berbagai bidang, termasuk dalam memperkuat bidang penerbangan dan pertahanan di Indonesia.

Serta diharapkan kelanjutan hubungan yang lebih kuat dan semakin berkembang. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE., Komandan Lanud Sam Ratulangi Kolonel Pnb Djoko Tjahjono, SE. MM, Para pejabat Militer dan Sipil Manado serta seluruh pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. (Letkol Sus Ernes Djony. F). (*)