Warga Mengeluh Ke DPRD Soal Dana Bencana

(foto Dimas)
(foto Dimas)

Manado, 10/11 (Komunikasulut.com) – Para wakil rakyat di DPRD Manado, kembali menerima keluhan warga korban banjir dari Kecamatan Tikala, terkait kendala dalam dana bantuan bencana, Kamis siang sampe sore.

“Saya harus mengingatkan saudara-saudara bahwa dana tahap kedua tersebut kemungkinan sudah tidak ada, muncul  masalah baru, karena parafasilitator dan konsultan, sering bersikap tidak benar di lapangan,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Manado, Sonny Lela, saat menerima aspirasi masyarakat.

Menurut Lela, sebagai salah satu bantuan senilai Rp20 dan Rp40 juta itu jelas aturannya, dimana yang mendapatkannya adalah yang rumahnya rusak berat, dan sedang, sedangkan kalau tidak rusak, meskipun atap rumah hilang tidak boleh dapat, selain dari Rp3,6 juta yang disediakan pemerintah kota.

Legislator Syarifudin Saafa, yang ikut menerima aspirasi tersebut, mengatakan masalah sekarang bukan lagi di lurah, tetapi sudah pada konsultan dan fasilitator, maka dia minta agar dana tetap disalurkan, karena itu sudah menjadi hak penerima, jangan ditahan dengan alasan legalitas.

Sedangkan ketua Komisi D, Ade Saerang yang didampingi wakil ketua Dijana Pakasi, dan persenol komisi C, Anita DeBlouwe, mengatakan, setiap keluhan yang masuk ditampung dan akan dibahas bersama dengan yang berwenang, sehingga masalah tersebut diselesaikan, namun tetap mengajak agar masyarakat ikut aturan.

Salah satu Warga yang datang mengeluh Roy Sooij mengadukan masalahnya yang tak bisa mendapatkan bantuan karena terkendala legalitas dimana rumah yang ditinggalinya masih milik orang tua, dan dia yang tinggal di situ tak boleh menerima bantuan sebelum mendapatkan persetujuan kakak beradiknya, padahal bantuan itu untuk perbaikan kerusakan.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh seorang ibu yang mengaku terpaksa membiarkan namanya dicoret dari daftar penerima padahal sudah  masuk, gara-gara tak mau anak-anaknya berkelahi tentang bantuan, sebab rumah rusak masih atas namanya dan ditinggali anaknya, tetapi karena diprotes yang lainya, maka namanya dicoret dari daftar. (Dims)