Rejeki Nomplok Dari Bibit Mangrove

Manado, 21/11 (KomunikaSulut.com) – Masyarakat Tongkaina khususnya yang tinggal pesisir pantai Bahowo, Bunaken, Manado, dapat rejeki nomplok dari penjualan bibit mangrove.

“Penjualan bibit mangrove kami lakukan dengan pendampingan dari LSM Solidaritas Manengkel,” kata ketua kelompok pembibitan tunas baru, Novanti Loho, di Bahowo, senin.

Loho mengatakan, dalam rentang waktu sekitar delapan bulan, kelompoknya sudah menjual sekitar 2.600 batang bibit mangrove kepada berbagai kelompok dan menghasilkan sekitar Rp3,9 juta.

Lurah Tongkaina, Glen Kowaas, mengatakan, pembibitan mangrove dilakukan kelompok masyarakat yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga. Dimana mereka diajarkan untuk memanfaatkan bibit mangrove, supaya bisa menghasilkan pendapatan sampingan bagi keluarga.

“Warga akhirnya bisa menjual bibit mangrove kepada yang membutuhkan untuk ditanam di kawasan-kawasan tertentu di Manado, mulai dari pemerintah, swasta, kelompok masyarakt lainnya, LSM sampai para mahasiswa,” katanya.

Koordinator pendamping masyarakat dari LSM solidaritan manengkel, Rio Puasa, mengatakan, pendampingan dilakukan sejak tahun lalu, dan ternyata hasilnya membuat warga sangat sadar menjaga kelestarian mangorve.

Puasa mengatakan, dalam pembibitan bagi empat jenis mangrove di kawasan tersebut yakni bruguiera Gymnorhiza, rhizophora apiculata, ceriops tagal dan rhizophora mucronata, masyarakat juga termotivasi untuk menanam kembali lahan kritis.

Dia mengatakan, jika dalam waktu empat bulan setelah pembibitan, belum ada yang dibeli, maka warga secara bergotong royong akan memindahkan bibit untuk ditanam di lahan-lahan kritis sehingga bisa dilestarikan.(Dims)