Bastiaan Mengimbau Warga Bertahan Dulu Di Lokasi Aman

Mor D. Bastiaan (Wakil Walikota)

Manado, 16/12 (Komunikasulut.com) – Kota Manado dilanda Hujan deras disertai angin kencang, sejak Kamis sore sampai Jumat tengah malam, mengakibatkan sebagian besar wilayah kota terendam banjir setinggi setengah sampai satu meter dan ratusan warga mengungsi sementara.

“Wilayah-wilayah yang terendam banjir itu adalah di Sario Tumpaan, Sario Utara, Bahu, Tikala, Taas, Paal Dua, Wenang, Komo Luar, Ternate Tanjung, Sario Tumpaan, Dendengan Luar,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik BPBD Manado, Jenny Bangonang, di lokasi penggalian korban tanah longsor, di Tikala, Manado, Jumat pagi.

Dia mengatakan, di beberapa wilayah di Manado, air naik sampai 50 cm, namun ada juga yang sudah naik sekitar 100 cm, sehingga warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang aman seperti rumah ibadah dan sekolah-sekolah.

“Warga di Paal Dua mengungsi ke gereja, di Tanjung memilih ke rumah saudara yang aman dari banjir, demikian juga dengan tempat-tempat seperti Taas, Bahu, Sario Tumpaan, Sario Utara, Dendengan Luar memilih ke lokasi aman seperti rumah saudara atau keluarga yang jauh dari terjangan banjir maupun tanah longsor,” katanya.

Dia mengatakan, menjelang pagi air sudah berangsur-angsur surut, namun warga memilih untuk bertahan sementara di lokasi yang aman, sebab khawatir hujan akan turun lagi dan bisa ada banjir susulan.

Sedangkan Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan, mengimbau warga bertahan dulu di lokasi yang aman, kalau memang mau kembali membersihkan rumah, harus waspada jika memang ada kemungkinan air naik lagi sebaiknya bertahan dulu.

Bastiaan pun mengatakan, pemerintah sudah melakukan penanganan darurat bencana, antara lain menyediakan makanan siap saji bagi para korban, tikar dan kasur.

Penanganan bencana dilakukan pemerintah, bersama TNI, Polri, tagana, bartagana, PMI, RAPI, hingga organisasi kemasyarakatan lainnya yang peduli bencana, di Kota Manado sepanjang malam sampai pagi, membantu para korban sampai melakukan pencarian korban hilang akibat bencana. (Dims)