Cegah Ada Korban Pohon Peneduh Di Tebang

Manado, 9/1 (Komunikasulut.com) – Kota Manado belakangan ini dilanda hujan dan angin kencang, sehingga Pemerintah kota (Pemkot) Manado, mengambil langkah cepat untuk menebang pohon-pohon peneduh jalan, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dan materil.

“Makanya Pemkot Manado dan tim gabungan yang sudah melakukan penebangan pohon-pohon yang membahayakan, supaya tidak menimpa orang, kendaraan atau bangunan karena dihantam angin kencang,” kata Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan, di Manado, Senin.

Bastiaan mengatakan, meskipun melakukan penebangan pohon-pohon peneduh jalan untuk menghindarkan korban jiwa, tetapi pemerintah melalui badan lingkungan hidup juga melakukan peremajaan.

“Pohon-pohon yang sudah sudah tumbuh tinggi dan berisiko tumbang, di seluruh jalan raya di Manado, sudah mulai ditebangi, dan kami ganti dengan pohon yang berkualitas bagus,” katanya.

Dia mengatakan, wilayah-wilayah yang pohon sudah ditebang antara lain di kawasan jalan A Yani, 17 Agustus, di Pakowa, jalan Sam Ratulangi, di Balai Kota, dan semua wilayah yang pohon-pohonya sudah tua dan perlu diremajakan, dilakukan penebangan.

Menurut Bastiaan, sambil melakukan penebangan dan peremajaan pemerintah terus mengimbau warga Manado agar berhati-hati, demi menghindari bahaya, jangan melewati area terlarang agar tidak jadi korban.

“Jika hujan turun lebat, disertai dengan angin kencang, maka warga segera harus menyingkir, jangan tunggu pohon roboh, segeralah mengungsi ke lokasi yang aman dan baru kembali jika sudah ada penetapan

Hari Minggu sebelumnya, kata Bastiaan, Manado dilanda cuaca ekstrem, yakni angin dengan kecepatan 60 km/jam, sehingga menyebabkan sejumlah pohon di berbagai ruas wilayah Manado tumbang, dan lagi merusak beberapa rumah milik warga.

“Untungnya juga tidak ada jadi korban jiwa, meskipun kalau so bagitu, somo kase tahu kena TGR,” kata (Dims)