Dinkes Sosialisasikan 3 Vaksin Dasar Pada Masyarakat

Manado, 17/1 (Komunikasulut.com) – Sosialisasi pada masyarakat tentang Vaksin baru oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado, penambahan tiga vaksin dasar yang baru yaitu: vaksin Measles Rubella (MR), Pneumococcus, dan Human papillomavirus (HPV).

“Kami sudah menerima pemberitahuan mengenai penambahan tiga vaksin dasar dari Kementerian Kesehatan RI dan sudah mulai mengenalkan kepada masyarakat,” kata Kepala Dinkes Manado, Robby Mottoh, di Manado, Selasa.

Mottoh mengatakan, untuk membuat masyarakat kenal dan memahami tentang pentingnya ketiga vaksin tersebut, maka seluruh Puskesmas di Manado sudah diminta melakukan sosialisasi mulai pekan lalu.

Menurut Mottoh, dengan menyampaikan hal tersebut lewat sosialisasi kepada masyarakat, maka diharapkan warga akan mengerti dan membawa anak-anaknya untuk diberikan vaksin Measles Rubella (MR), Pneumococcus, dan Human papillomavirus (HPV) agar kebal terhadap penyakit mematikan yang bisa ditimbulkan oleh virus tersebut.

Terutama katanya, menyampaikan kepada masyarakat bahwa jika dibeli sendiri, ketiga vaksin tersebut sangat mahal, kini dengan semangat melindungi generasi muda bangsa, pemerintah RI dalam hal ini Kementerian Kesehatan memberikan vaksin tersebut secara gratis, maka disosialisasikan pada masyarakat agar tahu tentang hal tersebut.

Mottoh mengatakan, karena vaksin tersebut berasal dari pusat maka penyalurannya melalui dinas kesehatan provinsi, baru sampai ke Manado, sehingga pihaknya masih bisa melakukan berbagai persiapan.

Untuk itu, kata Mottoh, Dinkes Manado terus melakukan persiapan, yakni mendata jumlah anak di Manado, lalu memetakan lokasinya sehingga bisa memastikan berapa jumlah vaksin untuk Manado.

“Tentu saja kami terus melakukan validasi data, bukan hanya sekadar mendata tetapi memeriksa dan memastikan jumlahnya sehingga vaksin dapat sampai dengan tepat kepada yang berhak,” katanya.

Di sisi lain, Mottoh menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah mengupayakan agar ketiga vaksin tersebut masuk dalam kategori dasar, karena dengan demikian maka akan melindungi anak-anak dan generasi muda bangsa ini dari bibit penyakit dan akan memiliki kekebalan setara anak-anak di Eropa.(Dims)