Dua Pasien Balita Gizi Buruk Ada di Manado

Kadinkes Manado Robby Mottoh Bersama Staf
Kadinkes Manado Robby Mottoh Bersama Staf

Manado, 23/1 (Komunikasulut.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado, membenarkan bahwa Kota manado, masih mendapati ada Dua pasien balita penderita gizi buruk pada tahun 2017.

“Kasus gizi buruk ditemukan di Puskesmas Bahu, Kecamatan Mapanget dan Puskesmas Ranomuut, kecamatan Paal Dua,” kata Kepala Dinkes Manado, Robby Mottoh, di Manado, Senin.

Dia mengatakan, dua anak penderita gizi buruk di Manado tersebut, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dan berusia antara dua dan tiga tahun.

“Mereka terus dalam pemantauan dan pengawasan Dinkes Manado, untuk memastikan perkembangan kondisinya setiap saat,” kata Mottoh.

Menurut Mottoh, jumlah penderita gizi buruk di Manado, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pada 2015 sampai pertengahan 2016 jumlahnya adalah lima orang, dan pada akhir 2016 sampai awal 2017 turun tinggal dua orang.

Mottoh mengatakan turunnya angka kasus gizi buruk tersebut, merupakan salah bentuk kerja keras semua pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah lewat Dinkes, PKK sampai masyarakat umum.

Mottoh menjelaskan penderita gizi buruk di Manado, disebabkan oleh faktor ekonomi, dan pendidikan seperti kurangnya pengetahuan dan tingkat kemiskinan yang membuat bayi maupun balita tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup.

“Ada juga yang sudah bawaan sejak lahir, dimana hanya dibawah standar, sehingga mereka susah diatasi dan berkepanjangan, namun terus diberikan pendampingan supaya bisa sehat seterusnya,” katanya.

Dia mengatakan, memang gizi buruk masih menjadi masalah di perkotaan, seperti Manado, karena masih ditemukan permukiman kumuh, sehingga Dinkes bekerja ekstra keras.

Untuk terus menekan angka gizi buruk sampai hilang sama sekali, dinkes Manado terus melakukan intervensi dengan pendampingan melalui Puskesmas, Pustu, sampai Posyandu dengan makanan tambahan dan pendamping ASI, terutama susu sehingga mereka bisa sehat kembali.(Dims)