Reses Anggota Komisi B DPRD Manado di GPI Hujan Permintaan

Manado, 24/2 (Komunikasulut.com) – Warga masyarakat Perum GPI Manado, yang wilayahnya berada di Buha, Bengkol dan Paniki Bawah, minta agar perumahan mereka menjadi kelurahan mandiri, serta dibangunkan sekolah.

“Itu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat lewat perwakilan mereka, termasuk dibangunkan sekolah dan sarana olahraga,” kata Legislator Manado dari Dapil Singkil-Mapanget, Jemmy Sangkay, di Manado.
reses 111111

Usulan pertama disampaikan Pala Obed Maradesa, yang menyampaikan tentang pajak, kemudian status perumahan yang belum diserahkan developer kepada pemerintah dan tentang pajak.

Kemudian aspirasi masuk dari Veybe Ampeng, Pala lingkungan persiapan XI Buha, GPI, yang mengaku susah karena harus memutar ke Buha yang jaraknya jauh sedangkan kalau memotong jalan sarananya belum bagus.

Kemudian Stenly Rondonuwu warga GPI juga menyampaikannya, bahkan minta jika bisa GPI dijadikan dua kelurahan jangan hanya satu, mengingat penduduknya sangat padat dan KK mencapai enam rbu jiwa, sehingga perlu dibagi lagi.

Usulan yang sama juga disampaikan Clara Wehantouw, seorang Lansia yang merasa selama ini pelayanan kurang maksimal, sebab mereka harus mendatangi kantor kelurahan yang jauh, maka minta agar Sangkay memperjuangkan agar wilayahnya dapat menjadi kelurahan mandiri.

Sedangkan Robert Ratag, minta agar pemerintah mau membangun gedung sekolah yang repsentatif bagi masyarakat di situ, sebab yang ada tidak bisa terjangkau sehingga mereka harus jauh keluar perumahan untuk mengantarkan anak ke sekolah milik pemerintah.

Kemudian Jootje Deeng menyampaikan permintaan agar kalau bisa ada fasilitas olahraga, yang cukup sehingga mereka tidak perlu kesulitan kala mau berolahraga, dan tetap merasa nyaman.

Sangkay mengatakan akan memperjuangkan semua aspirasi masyarakat tersebut, apalagi sudah ada Pansus yang dibuat untuk pemekaran wilayah, bahkan sudah mengkonsultasikanya ke Kemendagri.

“Jadi warga dukunglah kami dalam doa, supaya tetap bisa bekerja dengan baik, dan harapan masyarakat untuk menjadi kelurahan mandiri dapat terlaksana, demikian dengan faslitasnya dapat dibangun,” katanya.

Sangkay sendiri menyesalkan masih belum dibuatnya seluruh fasilitas masyarakat di situ, namun pemerintah tak bisa intervensi karena belum diserahkan, namun menurutnya pihaknya akan menyurat dan mengingatkan hal tersebut kepada pengembang.

Dia pun mengatakan, tentang permintaan Lansia agar wal kota menempati janji, akan disampaikan, mengingat memang saat ini belum tertata tetapi akan diusahakan agar bisa masuk di APBDP 2017.

Dalam Reses tersebut, Sangkay ditemani Lurah Paniki Bawah, Olivia Pangalila, SSTP, Jeanette Eva Wentinusa, SE lurah Buha dan Stenly Rondonuwu, SE lurah Singkil II. (Dims)