Merasa Dianaktirikan Warga Lapangan Curhat Pada Wakil Ketua BPPD DPRD Manado

Manado, 25/2 (Komunikasulut.com) – Minta dibuatkan kantor lurah baru, merasa dianaktirikan dan minta kejelasan tentang pelebaran bandara Samratulangi, adalah aspirasi yang mengemuka dalam reses, Wakil Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Manado, yang juga wakil rakyat dari daerah pemilihan Singkil-Mapanget, Stenly Wellem Tamo, SH.

Semua keluhan tersebut disampaikan warga Lapangan, dalam reses Stenly Tamo, yang digelar Jumat malam, di Kelurahan Lapangan, Mapanget.

Warga di kelurahan yang dipimpin Treisye Ami itu, menuntut agar mereka dibangunkan kantor lurah, karena sebagai “show window” Kota Manado, Kelurahan kantor lurah Lapangan sangat jelek, dan bukan kepunyaan sendiri.

Lurah Lapangan, Trisye Ami, mengatakan memang sampai sekarang kantor kelurahan mereka masih belum permanen sehingga membutuhkan senturan agar bisa segera diperbaiki.

Selain itu, kata Tamo yang paling mengganjal di hati dan pikiran warga Lapangan, adalah perluasan bandara Manado, yang dikhawatirkan akan kena kepada mereka.

“Warga masih belum dapat kejelasan, apakah rumah-rumah mereka juga akan ikut menjadi lahan bandara, sehingga berharap kiranya wakil rakyat bisa menyampaikan hal ini kepada pemerintah, supaya ada kejelasan,” katanya.

Hal tersebut katanya yang akan dipertanyakan kepada pemerintah, supaya ada kejelasan, sebab akibat rencana tersebut, masyarakat kelurahan Lapangan jadi tidak nyaman dan khawatir sewaktu-waktu disuruh pindah atau rumahnya kena perluasan sehingga minta agar segera diberikan kejelasan. (dims)