Komisi A DPRD Minut Kunker di Kecamatan Kema

Kema, 04/03 (komunikasulut.com),- Untuk melaksanakan salah satu fungsinya sebagai pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, Anggota Komisi A DPRD Minahasa Utara yang terdiri dari Munawir Djubedy (Waket), Stevano Pangkerego ( Sekretaris), Abram Eha, Wentrik Sambiran, Aljtje Polii, SH , melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di kecamatan Kema.

Bertempat di Kantor Camat Kunker dilakukan dengan melaksanakan tatap muka antara personil Komisi A dan camat serta staf kecamatan.kamis

“Kedatangan kami ini dalam melaksanakan kami sebagai anggota legislative untuk melaksanakan pengawasan jalannya pemerintahan yang ada di Kecamatan Kema,” ungkap Munawir Djubedy sebagai Wakil Ketua Komisi A.

Menurutnya beberapa persoalan yang ditemukan beberapa waktu lalu dalam masa reses untuk dapat ditindak lanjuti pihak pemerintah kecamatan.

“Dalam reses beberapa waktu lalu kami menemukan sejumlah aspirasi masyarakat terkait dengan adanya dualism jabatan perangkat desa, ini agar segera ditindak lanjuti oleh camat agar dapat diselesaikan,” lanjut Munawir.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh Komisi A ini, camat Kema Drs Aprets Pusungulaa MAP berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

“Mengenai dualism jabatan Perangkat desa, kami akan segera memanggil Hukum tua untuk  menyelesaikan persoalan ini,” tegas Alprets.

Dalam pertemuan ini Komisi A juga menyerap aspirasi kebutuhan kecamatan dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat. “Kami juga meminta masukan untuk dibawa dala rapat komisi apa saja yang menjadi kebutuhan pemerintah kecamatan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat,” tambah Abram.

Pemerintah Kecamatan melalui Sekretaris Camat Richard Dondokambey SSTP mengatakan kebutuhan pemerintah kecamatan saat ini adalah adanya gedung aula sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan.

“kami mendambakan adanya gedung atau aula untuk dipakai pertemuan yang dilaksanakan oleh pemerintah kecamatan,” Kata Richard.

Selain itu menurut Richard saat ini tidak tanda batas wilayah kecamatan Kema sehingga banyak orang luar tidak tahu mana saja wilayah kecamatan Kema.

“Saat ini banyak wisatawan atau orang luar datang disini tapi mereka tidak tahu kalau mereka sudah berada diwilayah kecamata Kema, untuk kami berharap adanya tapal batas atau  gapura sebagai penanda wilayah kecamatan Kema,” kata Richard. (thox)