Ketua DPRD Manado Tegaskan Dukungan Bagi Pelaksanaan UN

(LIPUTAN KHUSUS)

Manado, (Komunikasulut.com) – Ketua DPRD Manado, Noortje Henny Van Bone, menegaskan, pihaknya memberikan dukungan penuh dan serius untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN), di SMP sederajat.

Selama tiga hari pelaksanaan USBN di Manado, katanya, pimpinan maupun anggota DPRD yakni pimpinan dan komisi D yang dipimpinan Dijana Pakasi dan Sonny Lela, Vanda Pinontoan, Fatma Bin Syech Abubakar.

Selain itu, katanya, bukan hanya membuka soal ujian, tetapi pihaknya pun memantau berapa banyak siswa yang tak ikut dengan berbagai alasan dan minta agar mereka dicari apapun alasannya apalagi ini masih tingkat SMP sehingga harus diselamatkan jangan sampai tidak lulus dari sekolah.

“Yang kami utamakan adalah masa depan anak dan itu menjadi tanggungjawab dan kewajiban pemerintah dan DPRD termasuk sekolah dan tentu orang tua untuk menyelamatkan masa depan anak-anak penerus bangsa,” katanya.

Dia mengatakan, pada hari pertama ikut memantau, mendampingi wali kota Manado, Vicky Lumentut, di SMP Dian Harapan, kami mengingatkan siswa untuk mengutamakan kejujuran dalam mengikuti USBN.

Para siswa, kata ketua DPC PD Manado itu, diminta tetap berdoa, sebab sudah bersiap jauh sebelum pelaksanaan USBN maka budi pekerti harus ditunjukan dengan menjadi siswa yang manis dan baik.

Kemudian pada hari kedua, katanya, bersama Kadis Pendidikan datang memantau dan membuka soal ujian naskah ujian di SMP Katolik Don Bosco, dimana seluruh siswa mengikuti ujian.

Pada hari terakhir katanya, melakukan pemantauan dan membuka soal di SMP Negeri II Manado, dimana di situ para siswa juga tetap diingatkan untuk berintegritas dalam melaksanakan ujian, sebab itu adalah bentuk ujian mental bagi mereka.

Di SMP Negeri II, kata Van Bone, ada juga para siswa dari SMP terbuka yang ikut dimana mereka mendapatkan perlakuan yang sama untuk mengikuti ujian. Bahkan menurutnya sedikit istimewa, sebab diberikan seragam oleh pihak sekolah dan itu adalah bentuk perhatian pemerintah bagi mereka.

“Perhatian penting kami berikan untuk membuat mereka tetap bersedia mengikuti ujian sehingga bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau bersekolah lebih baik juga,” katanya. (Dims)