Gelar Aksi Refleksi Hardiknas Di Deprov Sulut, Aliansi Ormawa Unsrat Suarakan Pemerataan Pendidikan

Nampak semangat berapi-api Aliansi Ormawa Unsrat saat melangsungkan aksi Refleksi Hardiknas, sekalipun hujan deras mengguyur seluruh tubuh mereka.

Manado, KomunikaSulut.Com –Aliansi Organisasi Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melakukan orasi damai di Sekretariat Dewan Provinsi Sulut, pada Selasa (2/5/2017) pukul 12.30 WITA. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk Refleksi dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai momentum untuk memperbaiki sistem pendidikan di Sulut, terlebih khusus peran pemerintah daerah dalam menangani hal tersebut.

Aliansi Ormawa Unsrat yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas, Majelis Permusyaratan Mahasiswa (MPM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Biro Kegiatan Mahasiswa (BKM), dan seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan dari hampir kesebelas Fakultas yang ada di Unsrat datang berbondong-bondong di markas wakil rakyat tersebut, dengan bermaksud untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan berbagai tuntutan mereka yang ingin segera diimplementasikan.

Sangat disayangkan, pada saat itu segenap jajaran anggota dewan yang diinginkan untuk menampung berbagai aspirasi dan tuntutan Aliansi sedang tidak berada di tempat. Dalam hal ini Ketua Dewan, Andrei Angouw dan Ketua Komisi 4 DPRD Sulut, James Sumendap, yang diharapkan menjemput kedatangan Aliansi sedang ada kegiatan diluar kantor dan sama sekali tidak bisa dihubungi.  Namun, dalam situasi tersebut, Anggota Komisi 3 DPRD Sulut, Amir Liputo, yang pada akhirnya bersedia menjadi perwakilan Deprov dalam menyambut kedatangan Aliansi.

Anggota Komisi 3 DPDR Sulut, Amir Liputo, saat sedang menampung seluruh aspirasi Aliansi Ormawa Unsrat.
Anggota Komisi 3 DPDR Sulut, Amir Liputo, saat sedang menampung seluruh aspirasi Aliansi Ormawa Unsrat.

Dalam tanggapannya terkait aksi Refleksi yang dilakukan Aliansi, Amir sangat menyambut baik seluruh orasi yang telah dipaparkan oleh teman-teman mahasiswa Unsrat. Sehingga, Amir menegaskan bahwa sekalipun Ketua Dewan dan Ketua Komisi 3 DPRD Sulut tidak bisa berhadapan langsung dan menampung aspirasi mereka, namun segala tuntutan yang telah disampaikan pada saat ini pasti akan diteruskan sampai ditelinga pimpinan dan akan diproses sesuai prosedur.

“Saya sangat setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh teman-teman mahasiswa Unsrat. Dan saya pastikan bahwa segala aspirasi dan tuntutan Aliansi akan disampaikan kepada Ketua Dewan dan Ketua Komisi 3 DPRD Sulut. Sehingga akhirnya hal-hal ini bisa di pertimbangkan dan diproses sesuai prosedur yang ada. Seperti halnya, nanti akan mengundang Aliansi untuk bersama-sama membahas materi tuntutan dalam rapat Komisi 4 DPRD Sulut secara langsung,” ujar Amir.

Terkait hal itu, Ketua BEM Unsrat, Combyan Lombongbitung, memberikan tanggapan bahwa sangat kecewa dan tidak puas dengan hasil dari aksi Refleksi yang digelar pada hari ini. Hal ini dikarenakan ditengah momentum penting Hardiknas ini, Ketua Dewan dan Ketua Komisi 3 DPRD Sulut tidak bisa dihubungi.

“Kami sangat prihatin dan kecewa sekali. Kenapa sampai untuk mengangkat telepon saja atau bahkan dihubungi itu tidak bisa. Padahal ini momentum penting Hari Pendidikan Nasional, yang pasti juga direfleksikan oleh seluruh elemen masyarakan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

“Diharapkan juga kedepannya para anggota dewan lebih sigap dan proaktif lagi dalam menanggapi aspirasi dari mahasiswa. Oleh karena pada saat ini kami merasa tidak puas sekali sebab tidak bisa menyuarakan aspirasi kami secara langsung. Oleh sebab itu juga, pada tanggal 10 Mei 2017 saat diadakannya rapat Paripurna di Deprov Sulut, kami akan kembali lagi untuk menuntut aspirasi yang sama,” tegas Combyan.

Adapun tuntutan utama Aliansi Ormawa Unsrat adalah Pemerataan Pendidikan di Sulut dengan tiga subpoint di dalamnya, yaitu:
1. Menuntut pemerataan tenaga pendidikan setiap daerah di Sulut, dengan target pencapaian  yaitu 25.691 Guru.
2. Menuntut adanya transparansi pendidikan di Sulut.
3. Menuntut realisasi anggaran pendidikan 20% yang bersumber dari APBN dan APBD, sesuai dengan amanat UUD Pasal 31 Ayat 4.

Segenap rangkaian aksi Refleksi Hardiknas di Sekretariat Dewan Provinsi Sulut berlangsung dengan damai dan kondusif sejak pukul 12.30 WITA dan berakhir pukul 14.00 WITA. (rezkykumaat)