Tolak Radikalisme!! Gerakan Komponen ‘Nativ’ di Sulut Akan Gelar Aksi Damai

Segenap pemrakarsa Gerakan Komponen 'Nativ' di Sulawesi Utara.

Manado, KomunikaSulut.Com – Dalam rangka menyikapi situasi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sedang dilanda isu Radikalisme, sebuah kelompok masyarakat adat yang menamakan diri mereka “Gerakan Komponen ‘Nativ’ di Sulawesi Utara” akan menggelar Aksi Damai di Sekretariat Dewan Provinsi Sulut, pada hari Rabu (17/5/2017).

Gerakan Komponen ‘Nativ’ di Sulawesi Utara merupakan sebuah kelompok pergerakan yang diprakarsai oleh 39 orang masyarakat adat dari berbagai suku dan etnis asli Sulut, dari berbagai bidang dan latar belakang ilmu. Adapun prinsip dasar Gerakan ‘Nativ’ di Sulawesi Utara dalam melandasi pergerakannya, yaitu “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu; dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.

Terkait hal itu, seorang tokoh akademisi Sulut yang merupakan salah satu pemrakarsa Gerakan ‘Nativ’ di Sulawesi Utara, Elisa Regar, dalam kesempatannya bersama pewarta KomunikaSulut, menjelaskan bahwa dasar pergerakan dari Gerakan ‘Nativ’ ini adalah adanya kelompok-kelompok radikal yang pada saat ini sedang berusaha memecah-belah keutuhan NKRI. Sehingga, kami merasa terpanggil untuk mengambil komitmen lewat Resolusi yang akan kami keluarkan dalam Aksi Damai nanti.

“Perkembangan akhir-akhir ini di Indonesia sudah ada kelompok-kelompok yang ingin membelah kesatuan di NKRI dan dengan sengaja mengabaikan komitmen-komitmen para The Founding Fathers yang telah membentuk bangsa ini berdasarkan keberagaman yang ada. Oleh karena itu, kami Gerakan ‘Nativ’ di Sulawesi Utara merasa terpanggil untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Sehingga, kami menyatakan sikap untuk menolak dan tidak akan memberikan ruang gerak sedikitpun bagi kelompok-kelompok Radikal tersebut,” ujar Elisa.

“Kami juga mengharapkan dari Pemerintah supaya bisa arif, tanggap dan cepat dalam mengatasi hal-hal seperti ini. Oleh sebab Gerakan ‘Nativ’ di Sulawesi Utara yang dimotivasi oleh prinsip ‘Kasihilah Tuhan Allahmu dan Kasihilah sesamamu manusia’ sebagai prinsip dasar pergerakan ini, maka kami akan mempertahankan kesatuan NKRI dengan cara kami sendiri,” tandas Elisa.

Adapun pernyataan sikap Gerakan ‘Nativ’ di Sulawesi Utara dituangkan dalam bentuk Resolusi, yang berbunyi sebagai berikut:

  1. Prinsip “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan segenap akal budimu; dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” merupakan landasan sikap dan dinamika yang memotivasi kami boleh bersama-sama dalam memelihara persaudaraan kebangsaan di Negara dan Tanah Air Indonesia ini.
  2. Proses kehidupan berbangsa dan bernegara berlandaskan Pancasila merupakan konsensus historis dan monumental dari para ‘nativ’ yang berasal dari latar belakang agama dan kultur berbeda yang berikrar untuk menentukan masa depan bersama. Oleh karena itu, sebagai landasan bernegara, Pancasila seyogianya wajib dipegang teguh dan dipertahankan oleh seluruh rakyatnya.
  3. Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 (NKRI) kini mengalami rongrongan serius dari gerakan radikalisme sehingga telah melemahkan eksistensi negara Pancasila. Hal ini tampak dalam berbagai manifesto gerakan seperti, antara lain deklarasi HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), deklarasi kelompok dakwah kampus yang menghendaki negara Khilafah, seruan dari Front Pembela Islam (FPI untuk Indonesia bersyariat. Di samping itu, ujaran kebencian, permusuhan, dan tindakan-tindakan criminal lainnya yang dilakukan atas nama agama telah menimbulkan ekses dan kesan bahwa kelompok itu memiliki kekebalan hukum. Kondisi ini menunjukan fenomena kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak sehat dan memprihatinkan karena berpotensi memecah belah keutuhan negara dan dapat menimbulkan krisis kepercayaan publik terhadap kesungguhan penyelenggara negara dalam memberikan jaminan kepastian hukum bagi seluruh warga negara.
    Oleh karena itu, atas dasar keharusan iman, tanggung jawab dan kewajiban konstitusional sebagai warga negara dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan negara, maka dengan ini, kami, Gerakan Komponen ‘NATIV’ (Masyarakat Adat) di Sulawesi Utara menyampaikan resolusi sikap sebagai berikut:

Pertama:
Mendukung dan memuji sikap tegas Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo selaku Panglima Tertinggi  Tentara Nasional Indonesia beserta Jajaran Pemerintahannya, atas kebijakannya membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sekaligus tetap mewaspadai gerakan ormas/kelompok radikal lainnya yang membahayakan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua:
Mengapresiasi sikap waspada dan antisipatif Pimpinan dan Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menyikapi gerakan kelompok ‘radikalisme’ agar tidak melakukan tindakan menggantikan dasar negara Pancasila sebagai falsafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Tanah Air tercinta ini. Selanjutnya, memintakan kepada Pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara agar membubarkan organisasi radikalisme di daerah ini karena cenderung mengganggu keutuhan negara dengan meresahkan masyarakat yang dalam kendali Pemerintah, tengah membangun memperbaiki kehidupannya.

Ke-tiga:
Mengapresiasi dan menaruh simpati terhadap cara pandang dan sikap para tokoh nasional yang tetap konsisten memelihara persaudaraan kebangsaan; dan menyatakan solider kepada BANSER NU dan GP ANSOR yang tengah mengemban tugas konstitusinya, menghadapi Gerakan ‘Radikalisme’; serta mendukung penuh prakarsa berbagai daerah di Nusantara ini, termasuk jajaran IPDN Jatinangor-Bandung yang telah menyatakan sikap ‘bermakna’ menolak bahkan meminta agar ormas-ormas Anti Pancasila di negeri ini segera dibubarkan. Negara ini selayaknya tidak memberi ruang bagi kelompok pembuat keresahan di masyarakat, berperan dalam tatanan kehidupan kenegaraan Indonesia.

Ke-empat:
Selaku Komponen ‘Nativ’ (masyarakat lokal) di Sulawesi Utara, kami menyatakan menolak kehadiran HTI, FPI dan organisasi radikal lainnya di daerah ini demi kelangsungan kerukunan dan keharmonisan hidup bermasyarakat yang sesungguhnya telah terjaga dan terawatt bersama dengan baik selama ini di tanah Malesung (Minahasa-Sulawesi Utara).

Ke-lima:
Mendesak DPRD Provinsi Sulawesi Utara agar senantiasa tanggap dan waspada terhadap gerakan Organisasi Radikal di daerah ini termasuk penyebaran ajarannya yang tidak mengindahkan dan tidak menghormati kebinekaan kultur masyarakat dalam alam demokrasi Pancasila.

Demikian Resolusi ini dicetuskan dengan ‘roh’ kebangsaan dan cinta persaudaraan, yang diilhami oleh, antara lain Dr. G. G. S. J. Ratulangi dan Mr. A. A. Maramis sebagai ‘sosok’ yang memiliki peran historis dalam romantika sejarah pendirian bangsa dan negara Indonesia.

Oleh karena itu, GERAKAN ‘NATIV’ di SULAWESI UTARA menyatakan bahwa apabila praktik penyelenggaraan negara tetap diberi ruang dirongrong oleh anti Pancasila dan tidak ingin NKRI, maka bersama Pemerintah beserta kekuatan daerah lainnya kami akan berupaya mempertahankan kelangsungan Negara yang berdasarkan Pancasila ini dengan cara dan kreasi yang disemangati oleh para leluhur kami yang menganjurkan agar tidak bergeser dan senantiasa berada dalam komitmen mempertahankan Dasar Negara Pancasila sebagai bagian dari pengalaman hidup selama hayat dikandung badan, dan dalam spirit “setia hingga terakhir dalam keyakinan.” Immanuel. (rezkykumaat)