Gelar Diskusi Kebangsaan Harkitnas, Forum Senior KNPI Sulut Keluarkan “Rekomendasi”

Suasana Diskusi Kebangsaan Forum Senior KNPI Sulut.

Manado, KomunikaSulut – Forum Senior Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara menggelar Diskusi Kebangsaan dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional (20 Mei 1908-2017), bertempat di Sekretariat KNPI Sulut, Kel. Sario Utara, Kec. Sario, pada Sabtu (20/5/2017) pukul 15.00 WITA.

Dalam diskusi yang bertemakan “Spirit Kebersamaan Dan Kekeluargaan Dalam NKRI Ber-Pancasila”, berperan sebagai pembicara dalam diskusi tersebut yaitu Wempie Frederik, Elisa Regar, dan Daniel Masengi yang ketiga-tiganya merupakan mantan Ketua KNPI Sulut pada masanya.

Proses berjalannya dikusi berlangsung dengan sangat intens dan sarat akan nilai-nilai kebhinekaan. Dengan berbagai topik yang dibahas, yaitu mengenai pergerakan ormas Radikal yang harus segera ditanggulangi dan dibubarkan, paham Radikal yang sudah menyusup di lingkungan perguruan tinggi dan harus diperhatikan oleh para petinggi fakultas maupun universitas, masih kurangnya peran Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dalam memberikan edukasi kepada generasi muda NKRI tentang Nasionalisme dan Pancasila, dan sebagainya.

Adapun hasil dari pada diskusi tersebut, membuahkan sebuah rekomendasi sementara dari Tim Pemrakarsa dan Perumus (Elisa Regar, Arnold Pangkey, Elldy Kumaat, Reyner Ointu, Karel Najoan, Abraham Warouw, dan Max Siso) yang nantinya akan di sampaikan kepada pihak Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk ditindaklanjuti. Hasil rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Menolak dan mengikis sikap anti Pancasila sebagai dasar Negara RI yang ditumbuhkembangkan oleh kelompok ‘radikal’ anti Pancasila di negara dan daerah ini. Memintahkan agar Pemerintah tidak mengesankan melakukan ‘pembiaran’ terhadap penyebaran/penyosialisasian ‘paham’ dan gerakan radikal yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan negara RI ini.
  2. Memintakan kiranya Pimpinan Perguruan Tinggi/Fakultas di daerah ini boleh memberi perhatian lebih serius terhadap aktivitas kemahasiswaan, terutama menggalakan kegiatan yang berakses memantapkan sikap dan jati diri sebagai pelopor persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa-bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan sebaliknya melakukan pemantaian khusus terhadap kegiatan kemahasiswaan tertentu yang menengarai adanya ‘penyimpangan’ dari ideology Negara Pancasila dan merongrong Pimpinan Negara sekaligus memberikan sangsi tegas kepada para pemrakarsanya.
  3. Mengharapkan, kiranya Pemerintah Daerah dapat menempatkan pejabat daerah yang peka dan sungguh-sungguh paham menyangkut bidang yang berkaitan dengan tugas-tugas keamanan, politik di daerah/negara.
  4. Mengorganisasikan lebuh permanen Forum Senior KNPI/Pemuda Sulawesi Utara agar aktivitasnya lebih terarah, strategis dan prospektif, terutama dalam menindaklanjuti berbagai fenomena kepemudaan yang tengah berkembang. Disarankan agar dapat melakukan diskusi-diskusi atau studi kebangsaan menyangkut karakter, sikap kepeloporan dan penguatan spirit  kebangsaan, proses ‘internalisasi’ nilai-nilai Pancasila hingga warga di kelurahan dan desa melalui ‘wadah’ pengkajian. Bentuk-bentuk kegiatan, a.l: Lomba Upacara Bendera, Festival lagu-lagu Nasional/Kebangsaan dan Daerah, Diskusi materi-materi ‘P-4’, dll.

Diskusi Kebangsaan Forum Senior KNPI Sulut dihadiri oleh belasan orang yang merupakan senior-senior KNPI Sulut, yang pada masanya pernah menjabat sebagai pengurus dan Ketua KNPI Sulut.

Dengan demikian segenap rangkaian kegiatan Diskusi Kebangsaan Forum Senior KNPI Sulut yang bertemakan “Spirit Kebersamaan Dan Kekeluargaan Dalam NKRI Ber-Pancasila”, berakhir pada pukul 19.00 WITA. (rezkykumaat)