Hasibuan Ingatkan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika

 

Manado, 8/6 (Komunikasulut.com) – Legislator pusat perwakilan Sulawesi Utara, Bara Hasibuan, mengatakan warga negara Indonesia wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita bisa bersikap kritis tetapi harus dengan cara yang damai, supaya NKRI tetap terjaga,” kata Hasibuan, dalam sosialisasi pilar kebangsaan di Manado, Kamis.

Dia mengatakan, NKRI dipilih oleh anggota BPUPKI sebagai bentuk negara, karena dianggap lebih menjamin persatuan yang kuat, sebab Indonesia adalah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.

Bara juga mengatakan, pada 13 Desember 1957 Indonesia mengeluarkan deklarasi Djuanda, dengan penentuan batas laut 12 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan tititk terluar pada pulau-pulau NRI akan ditentukan dengan undang-undang, yang membuat Indonesia memiliki tambahan wilayah seluas 2.000.000 km persegi, termasuk sumber daya alam yang dikandungnya.

Mengenai istilah dan pengertian bhinneka tunggal ika, katanya, ditulis oleh Mpu Tantular dan Kitab Sutasoma, kemudian semboyan tersebut mulai menjadi pembicaraan terbatas pada sidang-sidang BPUPKI antara Mohammad Yamin, Ir Soekarno, I Gusti Bagus Sugriwa sekitar dua setengah tahun sebelum proklamasi dan diteruskan Mohammad Yamin sebagai semboyan negara kepada Ir. Soekarno agar menjadi semboyan negara. (Dims)