Mner Oda: KKT-115 Unsrat Tidak Boleh Mengurung Diri di Wilayah Sendiri

Koordinator KKT Unsrat, Dr. Rignolda Djamaluddin, M.Sc.

Manado, KomunikaSulut – Antusiasme dari ribuan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang sedang berpacu untuk mendaftar sebagai peserta Kuliah Kerja Terpadu (KKT) angkatan 115 yang akan digelar pada bulan Juli mendatang, mendapat apresiasi baik dari Koordinator KKT Unsrat, Dr. Rignolda Djamaluddin, M.Sc, Demikian pula, Dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan yang sering disapa Mner Oda tersebut, menjelaskan secara lebih detail mengenai mekanisme pelaksanaan KKT 115 Unsrat.

Dalam kesempatannya bersama pewarta KomunikaSulut pada Senin (12/6/2017), Mner Oda menjelaskan, “Jadi pendaftaran KKT 115 Unsrat sudah dimulai pada tanggal 6 Juni 2017. Proses pendaftaran dilakukan secara online, sehingga mahasiswa bisa dengan mudah mengaksesnya lewat akun portal akademik. Setelah itu, registrasi dilakukan secara manual di gedung LPPM Unsrat,” jelas Mner Oda.

Salah satu syarat untuk bisa ikut KKT 115 Unsrat, lanjut Mner Oda, adalah mahasiswa telah mencapai 110 SKS. Tetapi untuk sekarang ini, syarat SKS barulah akan dikenakan setelah seluruh nilai mata kuliah di semester ini telah masuk. Jadi, berdasarkan perhitungannya syarat SKS saat ini diberi batas bawah pada semester 5 dengan 90 SKS. Hal ini dikarenakan masih ada fakultas yang belum masuk semua nilainya atau yudisium. Jadi untuk sementara proses registrasi akan dijalankan terlebih dahulu, nanti pada tanggal 20 Juni akan dilakukan screening. Sehingga, kedepannya jika ada mahasiswa yang belum mencukupi 110 SKS maka jangan diteruskan mengikuti proses registrasi karena pasti nilainya tidak akan bisa diinput.

KKT 115 Unsrat bisa dikatakan adalah kkt liburan. Dengan berbagai nilai manfaatnya, yaitu para mahasiswa tidak akan diganggu oleh aktivitas perkuliahan, sehingga bisa lebih fokus dilapangan dan dari Unsrat sendiri bisa menjangkau wilayah yang lebih luas untuk dijadikan lokasi kkt.

Untuk lokasi KKT 115 Unsrat sendiri, ada banyak wilayah yang akan kami respon. Seperti halnya ada yang di wilayah pulau, Sulawesi Tengah, Talaud, dan Bolaang Mongondow yang juga merupakan target tim survey untuk datang melakukan peninjauan lokasi pada Kamis (14/6/2017). Untuk sementara ini publikasi lokasi KKT 115 Unsrat belum bisa dilakukan, oleh karena kami ingin mengajarkan kepada para mahasiswa Unsrat agar tidak lebay. Jika lokasinya dekat mereka menjadi semangat, sedangkan jika lokasinya jauh mereka menjadi putus asa. Padahal universitas lain telah menjangkau wilayah Indonesia yang lebih luas. Unsrat tidak boleh mengurung diri di dalam wilayah sendiri, karena saya menganggap itu tidak menantang.

Demikian juga untuk KKT 115 Unsrat, ada empat program kkt yang disediakn. Di antaranya adalah KKT Kebangsaan dengan kuota 5 orang mahasiswa perwakilan dari Unsrat untuk di tempatkan di Gorontalo. Setelah itu ada KKT Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan kuota 100 orang mahasiswa. Lalu KKT Revolusi Mental dengan kuota 200 orang mahasiswa. Yang terakhir adalah KKT Reguler dengan kuota mahasiswa sebanyak 3500 orang mahasiswa. Keempat program KKT 115 Unsrat tersebut pada dasarnya secara kualitas dan tingkatannya adalah sama.

Sebenarnya kita tidak ingin ada pembatasan jumlah peserta kkt. Tapi untuk kuotanya sendiri sudah ditentukan berdasarkan sistem anggaran Unsrat. Secara umum kita menginginkan perencanaannya bisa sesuai dengan input dan output mahasiswa, sehingga dalam satu tahun diperkirakan sekitaran lima ribu mahasiswa Unsrat akan ber-kkt. Maka dari itu, untuk KKT 115 kami berhitung ada di sekitaran 3000-3500 orang mahasiswa. Jika ingin ditambah menjadi 4000-5000 peserta, hal itu akan sangat berat untuk sistem anggarannya, tandas Mner Oda.

Adapun segenap rangkaian tahapan KKT angkatan 115 Unsrat sebagaimana dilansir dalam laman resmi LPPM Unsrat, yaitu sebagai berikut:

  • Pendaftaran/Registrasi On-Line (6-20 Juni 2017)
  • Workshop DPL-Pengawas (13-14 Juni 2017)
  • Pembekalan Mahasiswa Calon Peserta KKT-115 (15-20 Juni 2017)
  • Persiapan Pemberangkatan (3-5 Juli 2017)
  • Pemberangkatan ke lokasi masing-masing (6-7 Juli 2017)
  • Penarikan (29 Juli 2017) (rezkykumaat)