Bara Hasibuan Sosialisasi Empat Pilar dan Gelar Dialog Kebangsaan di Minahasa

Legislator pusat, Bara Krishna Hasibuan saat berkunjung di Tomabisian Atas Minahasa. (Dims)

Manado, 16/6 (Komunikasulut.com) – Legislator DPR-RI daerah pemilihan Sulawesi Utara, Bara Krishna Hasibuan, mengunjungi konstituenya di Tombasian Atas, Minahasa pada 16 Juni 2017.

Dalam kunjunganya ke Minahasa, legislator muda, dari fraksi PAN tersebut, melakukan sosialisasi pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UU 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, serta menggelar dialog kebangsaan dengan generasi muda desa tersebut, serta membantu pembangunan fisik desa tersebut.

Berbagai pertanyaan bermunculan dari para peserta sosialisasi, yang mengangkat masalah intoleransi, kemudian soal pandangan pribadi dan politiknya terhadap berbagai masalah intoleransi yang muncul serta padangan terhadap hak angket KPK.

Secara umum, dia mengatakan, empat pilar kebangsaan tidak boleh diabaikan dan harus menjadi pegangan dalam hidup berbangsa dan bernegara, sebab dengan berpegang pada keempat hal itu maka Indonesia bisa tetap tegak berdiri.

Politisi muda berdarah Minahasa itupun mengatakan dengan tegas, bahwa hak angket tidak akan melemahkan KPK.

Politisi yang pernah bekerja sebagai staf di kongres Amerikan Serikat itu mengajak anak muda di Tombasian Atas memegang teguh pilar kebangsaan serta mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, serta kewajiban sebagai warga negara.

Bahkan lulusan Harvard University tersebut mengatakan, meskipun jumlah penduduk maupun golongan agama tertentu tidak banyak, tetapi kontitusi negara menjamin hak dan kewajiban warga negara itu sama, dalam bentuk apapun, tidak ada yang lebih dari yang lainnya.

“Meskipun orang Minahasa sedikit, dari total keseluruhan penduduk Indonesia, tetapi hak dan kewajiban kita semua sama, apalagi saat mendirikan bangsa ini, ada tokoh Minahasa seperti Mr AA Maramis dan Sam Ratulangi, sehingga tak boleh diabaikan,” katanya.

Bara saat dialog kebangsaan dengan generasi muda Tombasian Atas. (Dims)

Dia pun mengatakan, bahwa perjuangan membangun daerah bukan hanya karena seseorang berasal dari suku dimana dia berasal, tetapi justru terletak pada komitmen untuk membangun dan memajukan daerah, seperti dia memperjuangkan Sulawesi Utara di Jakarta.

Dalam sosialisasi pilar kebangsaan itu, Hasibuan sangat berharap generasi muda di Tanah Minahasa, akan makin kritis dan mampu mempertahankan semangat kebangsaan, meskipun sekarang di beberapa daerah isu intoleransi sedang menghangat namun Sulawesi Utara umumnya tetap tenang dan penuh rasa toleransi serta menghargai.