DLH Tegur Keras RSU Kandou soal Pembakaran Sampah Medis

Kadis Lingkungan Hidup Manado Hanny waworuntu
Kadis Lingkungan Hidup Manado Hanny waworuntu

Manado, 6/7 (komunikasulut.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menegur keras rumah sakit umum (RSU) RD Kandou, karena membakar sampah sampah medis berbahaya di tempat terbuka.

“Kami mendapat laporan dari warga dan langsung datang dan melihat petugas membakar sampah B3 di tempat terbuka, padahal ada larangan, karena ada aturan khusus untuk pengelolaan limbah B3 di fasilitas kesehatan,” kata Kepala DLH Manado, Hanny Waworuntu, di Manado.

Waworuntu mengatakan, aturan tentang hal tersebut jelas dalam P.56/Menlhk-Setjen/2015, sehingga mengacu pada aturan tersebut, maka pihaknya memberikan teguran keras pertama dan terakhir, kepada RSU RD Kandou.

“RSU Kandou diharuskan memusnahkan limbah B3 di incenerator serta di “autoclav” untuk wadah plastik yang dipakai, juga kami haruskan membuat tempat pembuangan sampah sementara untuk B3,” katanya.

Dia mengatakan, teguran keras disampaikan langsung kepada Direktur Utama RS RD Kandou, Maxi Rondonuwu dan diminta untuk memperbaiki incenerator yang cerobongnya rendah, supaya ditambah tingginya agar supaya tidak mencemari lingkungan.

“Pihak RS Kandou, menerima teguran kami dan berjanji akan memperbaiki hal tersebut serta tidak akan melakukannya lagi,” katanya.

Waworuntu juga mengatakan, pihaknya merekomendasikan RS RD Kandou untuk membuat adendum Amdal, karena ada aturan baru yang belum masuk yakni tentang autoclav dan TPS B3 dengan batas waktu paling lama pertengahan Juli.

Mengenai pembuangan limbah B3 dari RS RD Kandou, kata Waworuntu, pihak rumah sakit berjanji akan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga, sehingga pengangkutannya dapat dilakukan dengan benar.

“Tetapi itupun harus melalui jalur khusus, supaya tidak mencemari lingkungan umum, dan tidak membahayakan masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan, dinas lingkungan hidup melakukan pengawasan ketat terhadap pemusnahan sampah medis oleh rumah sakit manapun sehingga tidak akan membahayakan lingkungan dan mahluk hidup.(Dims)