Unsrat Turut Berduka Cita Atas Kematian Dosen Fakultas Teknik

Juru Bicara Rektor Unsrat, Hesky Stevy Kolibu, S.Pd, S.T, M.T.

Manado, KomunikaSulut – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado turut berduka cita atas berpulangnya salah satu tenaga pendidik atau dosen yang mengajar di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Unsrat, yaitu Ir. George Moningka (55), di Kel. Ranomuut, Ling. VII, Kec. Paal ll, pada Jumat malam (7/7/2017) pukul 22.30 WITA yang diakibatkan dibunuh secara sadis di rumahnya oleh sopirnya sendiri yang berinisial AA (28), seorang warga Kel. Pineleng Satu, Kec. Pineleng, Kab. Minahasa.

Dalam keterangannya kepada pewarta KomunikaSulut, Juru Bicara Rektor Unsrat, Hesky Stevy Kolibu, S.Pd, S.T, M.T, mengatakan bahwa Unsrat turut berdukacita atas meninggalnya Ir. George Moningka dan mendoakan semoga pihak keluarga bisa mendapatkan kekuatan.

“Unsrat turut berduka cita dan mendoakan semoga keluarga dapat dikuatkan,” lugas Kolibu.

Mengomentari pertanyaan apakah dari pihak Unsrat sendiri akan mengadakan langkah advokasi dalam proses hukum yang akan dijalankan kedepannya, Kolibu secara singkat mengatakan bahwa Unsrat menyerahkan semua tahapan hukum dan pengusutan kasus kriminal ini kepada Kepolisian selaku pihak yang memiliki kewenangan.

“Semuanya diserahkan kepada pihak Kepolisian,” ujar Kolibu.

Sebagaimana diketahui, motif pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku (AA) kepada korban (GM) awalnya adalah rasa sakit hati dan balas dendam. AA mengungkapkan bahwa hal tersebut dikarenakan semasa hidupnya, GM sering memarahi dan melakukan tindak kekerasan kepada AA. Sehingga, AA naik pitam dan memutuskan untuk mengakhiri hidup GM. Namun, informasi yang beredar baru-baru ini, ada motif baru yang menyebabkan terjadinya peristiwa naas tersebut. Menurut keterangan AA kepada salah satu media lokal yang ada di Sulut, alasan AA membunuh GM dikarenakan pada saat di tempat kejadian GM sempat meminta dan mengancam AA dengan pisau dapur untuk melakukan hubungan sesama jenis dirumahnya. Dikarenakan AA menolak permintaan majikannya itu, maka terjadilah pertikaian di antara keduanya untuk memperebutkan pisau tersebut. Yang pada akhirnya pisau yang melukai tangan AA, membuat AA lepas kendali dan menghujani tubuh GM dengan lima luka tusukan yang membuat GM meninggal di tempat.

Jenazah GM sendiri sudah berada di rumahnya di Kel. Ranomuut, Ling. VII, Kec. Paal ll, dan berdasarkan keterangan keluarga jenazah sudah tidak akan lagi disemayamkan di Fatek Unsrat tempat GM pernah mengabdi semasa hidupnya, tapi akan langsung dikuburkan pada Senin (8/7/2017).

Kasus ini masih terus diselidiki lebih dalam oleh pihak Kepolisian, yang dalam hal ini adalah Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado. (rezkykumaat)