Seri 6 Liga Bridge Maesa 2017, Laga Final Tuk Tentukan Jawara

Suasana Liga Bridge Maesa Sulut 2017 yang sedang berlangsung di Warong Kobong, Jl. Pumorow, Kel. Taas, Kec. Tikala, Manado.

Manado, KomunikaSulut – Liga Bridge Maesa Sulawesi Utara 2017 yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Olahraga (Por)  Maesa Cabang Bridge Sulut bekerja sama dengan Gabungan Bridge Manado (Gabmo), telah memasuki serinya yang ke-6 di Warong Kobong, Jl. Pumorow, Kel. Taas, Kec. Tikala, pada Selasa (11/7/2017). Seri yang ke-6 ini merupakan serinya yang terakhir atau babak final Liga Bridge Maesa 2017, dari serangkaian ke-5 seri yang telah terselenggara sejak bulan Ferbuari 2017.

Dalam wawancaranya dengan KomunikaSulut, Sekertaris Umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sulut, Youdi Lintjewas, mengatakan bahwa penyelenggaraan Liga Bridge Maesa 2017 sangatlah membantu Gabsi Sulut dan Pemerintah Daerah dalam menambah pengalaman dan jam terbang para atlit bridge di Sulut. Hal ini dikarenakan hampir semua atlit bridge di Sulut yg diikutsertakan di Kejurnas, juga mengikuti Liga ini.

“Peran dari Liga ini sangat besar, oleh karena dapat menambah pengalaman dan jam terbang bagi para atlit bridge yang berada dari tingkatan junior (remaja) sampai senior. Apalagi saya lihat hampir semua atlit bridge Sulut yang akan ikut Kejurnas juga mengikuti Liga ini. Sehingga perihal itu, kami sangat menghargai dan berterima kasih kepada Por Maesa yang telah menyelenggarakan turnamen seperti ini, karena sangat membantu kami,” ujar Youdi.

Dalam mempersiapkan 48 orang atlit Sulut untuk menuju Kejurnas mendatang, tambah Youdi, Gabsi Sulut dan Pemerintah Daerah sudah tiga kali berturut-turut menggelar “Open Tournament” dan sementara menyelenggarakan yang keempat. Selain itu juga, sekarang ini kami sedang dalam proses “Training Center,” dan pada hari esok kami akan mengikuti kejuaraan di Tondano, dalam rangka “Try Out.”

Untuk Kejurnas tahun ini,  kompetisi digelar di Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan merupakan yang terbesar selama ini. Hal ini dikarenakan di dalamnya mempertandingkan antar provinsi, antar gabungan, antar pelajar, dan antar mahasiswa. Adapun “Open Tournament” juga disertai di dalamnya, tandas Youdi.

Para peserta yang mengikuti kompetisi ini berjumlah 8 tim bridge yang berasal dari berbagai perwakilan daerah yang ada di Sulut. Di antaranya adalah Limboto 88/91, Toar, Bitung, Manado, V2m Kinali, Airmadidi, Senior Sulut, dan Yunior Sulut. Personil di dalam tim tersebut berjumlah 8 orang setiap masing-masing timnya dan terdiri dari para atlet-atlet bridge Sulut dari tingkatan junior sampai senior. Jadi secara keseluruhan, Liga Bridge Maesa 2017 diikuti oleh 64 orang. Yang mana, sebagian besar dari mereka merupakan atlit bridge perwakilan Sulut yang akan ikut serta dalam Kejurnas mendatang. (rezkykumaat)