Pioh: Fispol Siap Terima 786 Maba Tahun Ajaran 2017/2018

Suasana hari pertama pelaksanaan PK2MB Fispol Unsrat, di Aula fakultas, pada Selasa (25/7/2017).

Manado, KomunikaSulut – Hari pertama pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) yang serentak digelar di kesebelas fakultas yang ada di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, dihadiri oleh belasan ribu maba yang telah menggunakan pernak-pernik berwarnakan ciri khas masing-masing fakultas.

Tak ubahnya dengan suasana PK2MB di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Unsrat. Warna “orange” memenuhi setiap sudut ruangan lobby fakultas yang berjulukan “Kampus Reformasi” tersebut. Hal ini dikarenakan adanya kurang lebih 786 maba yang berpartisipasi dalam pelaksanaan perdana kegiatan PK2MB fispol Unsrat, pada Selasa (25/7/2017).

Terkait hal itu, Dekan Fispol Unsrat, Dr. Drs. Novie Pioh, M.Si, memberikan keterangan kepada pewarta KomunikaSulut bahwasanya Fispol sudah siap sedia untuk menerima kedatangan 786 maba di tahun ajaran 2017/2018. Baik dari segi ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang segala kegiatan perkuliahan di Fispol, semuanya telah diperhitungkan dan dipersiapkan.

“Segala fasilitas perkuliahan yang berupa kelas, kursi, dan tenaga pengajar yang dibutuhkan sebagai penunjang kegiatan perkuliahan di fakultas, semuanya telah diperhitungkan dan dipersiapkan. Sehingga, bisa dipastikan Fispol siap untuk penerimaan maba di tahun ajaran 2017/2018 dan tidak perlu ada lagi yang dikhawatirkan terkait itu,” ujar Pioh.

“Sekalipun masih ada yang kurang, seperti halnya ada begitu banyak tuntutan dari berbagai pihak yang menganjurkan bahwa setiap ruangan seharusnya sudah memakai AC, namun hal itu saya katakan bahwa kita perlu menyadari jika pengadaan itu harus disesuaikan dengan pendapatan kita saat ini. Walaupun juga pada saat ini sebagian besar ruangan di gedung baru fakultas telah menggunakan AC, tapi kedepannya hal itu tetap akan direalisasikan,” tambahnya.

Perihal penetapan jumlah 786 kuota maba di Fispol, lanjut Pioh, hal itu telah dibicarakan di antara para pimpinan fakultas dan pimpinan universitas. Jika pada tahun yang sebelumnya ada 1000 lebih maba yang masuk di Fispol dan kini berkurang menjadi 786, hal itu memang  merupakan usulan pihak fakultas sendiri kepada pimpinan universitas untuk disetujui. Dengan alasan khusus supaya kegiatan perkuliahan di Fispol tidak “over capacity,” dengan memperhitungkan ketersediaan sarana beserta prasarana bagi seluruh maba.

Awalnya Fispol menetapkan jumlah kuota maba sebanyak 700 orang, kemudian ditambah menjadi 890 orang dikarenakan mengantisipasi tingginya minat calon maba yang pada tahun ini bertambah banyak hingga berlipat ganda. Namun, pada akhirnya jumlah 786 maba tersebut diperoleh pada saat sesi wawancara di Auditorium, oleh karena 104 yang lainnya tidak hadir tanpa alasan. Hingga akhirnya pada saat ini, maba yang sudah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sudah hampir mencapai 700 orang.

Dalam proses seleksi yang ketat tersebut, para maba yang bisa lulus dengan prestasi dan peringkat masing-masing, diharapkan bisa betul-betul menunjukan prestasi mereka di perguruan tinggi, terlebih khusus di Fispol, baik dalam bidang akademik maupun ekstrakulikuler dan kiranya potensi mereka bisa terus dikembangkan di fakultas ini. Dan kiranya hal-hal pokok yang bisa para maba lakukan setelah berada di lingkungan kampus, yaitu bisa menjaga kebersamaan dengan para senior. Adapun, para seniornya pun harus bisa memberikan contoh dan teladan yang baik kepada mereka, dikarenakan hal-hal positif yang bisa maba terima di fakultas ini bukan hanya semata-mata dari tenaga pendidik yang ada, melainkan diperoleh dari para seniornya juga.

Dengan demikian, dengan dimulainya pelaksanaan kegiatan PK2MB di Unsrat, terlebih khusus di Fispol. Pioh menghimbau kepada seluruh civitas akademika Fispol untuk tidak sama sekali melakukan praktek intimidasi, kekerasan, dan pembunuhan karakter. Hal ini dikerenakan penyelenggaraan PK2MB di tahun 2017 ini berprinsipkan pada pembinaan karakter maba yang pancasilais dan bisa mencintai kampus, lingkungan, dan sesamanya. Adapun, jika ada pihak-pihak yang melanggar aturan tersebut, seperti halnya membebankan para maba untuk membawakan mereka sesuatu hal (Cokelat atau Rokok), pasti pimpinan fakultas akan memberikan sanksi tegas. (RE)