Bangkitkan Semangat Wirausaha Mahasiswa, IEC Unsrat Gelar Sosialisasi dan Workshop

Suasana Sosialisasi dan Workshop Program Kewirausahaan Kompetisi Bisnis Mahasiswa oleh Koordinator Pusat Inovasi dan Kewirausahaan Unsrat, Dr. James D. D. Massie , S.E, M.Si, di Lt.2, Gedung UKM Unsrat, Jumat (15/9/2017).

Manado, KomunikaSulut – Innovation and Entrepreneuship Center (IEC)/ Pusat Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bekerja sama dengan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), menggelar Sosialisasi dan Workshop Program Kewirausahaan Kompetisi Bisnis Mahasiswa di Lt. 2, Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsrat, Jumat (15/9/2017).

Dalam keterangan pada pewarta KomunikaSulut, Koordinator Pusat Inovasi dan Kewirausahaan Unsrat,  Dr. James D. D. Massie , S.E, M.Si, mengatakan, tujuan utama diadakannya kegiatan ini untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan yang ada pada mahasiswa, seperti halnya untuk membangkitkan semangat berwirausaha, dan untuk memberikan wawasan beserta kapasitas karakter building.

“Tujuan utama kita mengembangkan kewirausahaan mahasiswa melalui kegiatan ini, yang pertama adalah untuk membangkitkan semangat berwirausaha bagi mahasiswa, dan Kedua, kita coba memberikan wawasan beserta kapasitas karakter building bagi mahasiswa,” ujarnya.

“Dengan semakin terbatasnya kesempatan kerja pada saat ini, wirausaha adalah pilihan karir yang ideal bagi mereka yang ingin menggelutinya. Terlebih bagi mahasiswa, sementara mereka belajar, mereka diajarkan untuk memulai bisnis sebagai bekal mereka sampai selesai sarjana,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, lanjut James, IEC Unsrat yang bekerjasama dengan BRI akan menerapkan sistem bisnis digital. BRI membantu menyediakan Electronic Data Capture di IEC Unsrat, sehingga para konsumen yang datang tidak lagi menggunakan uang tunai, tapi menggunakan kartu gesek. Era platform bisnis yang sudah berbeda, membuat persaingan bisnis saat ini menjadi berbeda pula.

Sampai saat ini, ada beberapa kendala yang menjadi tantangan bagi IEC di Unsrat. Diantaranya adalah masih lambatnya pengambilan keputusan birokrasi administrasi terkait pengembangan business center, dan masih kurangnya kesadaran maupun dukungan civitas akademika Unsrat mengenai kewirausahaan.

IEC sebagai Business Development/pengembangan bisnis yang berorientasi sebagai profit center, kedepannya harus ada pengembangan. Pengambilan keputusan di birokrasi administrasi Unsrat menyangkut pengembangan business center haruslah cepat. Karena berbicara bisnis, pastilah akan berhadapan dengan birokrasi.

Di Unsrat, kita belum terbiasa mendidik anak-anak untuk berbisnis. Hal ini juga menjadi salah satu tantangan bagi IEC. Banyak dosen yang mengatakan,”Kenapa harus mengajarkan para mahasiswa untuk berbisnis? Mereka kan masih mahasiswa.” Banyak juga dosen yang terjebak pada bidang keilmuwannya masing-masing, yang tidak jelas orientasi kedepannya. Tapi, semakin kesini mereka mulai sadar setelah melihat kenyataan bahwa mindset mahasiswa sejak awal masuk kuliah perlu dirubah. Hal ini dikarenakan, pada saat ini tidak sedikit angkatan sarjana yang pengangguran. Kedepannya diharapkan profesi wirausaha bisa menjadi alternatif dan menjadi solusi untuk mengatasi hal itu, tandas James.

Selain itu, Ketua D’Market Group Unsrat, David Mengko, menuturkan, melalui kegiatan ini para mahasiswa tidak hanya dibekali dengan materi, tapi juga akan diberikan modal pengembangan usaha yang berjumlah sebanyak 8-15 juta. Cara mahasiswa untuk mengakses dana ini, yaitu dengan mengajukan proposal business plan di bagian kemahasiswaan rektorat Unsrat.

“Perlu kita ketahui bersama, wirausaha di Sulut saat ini sementara berkembang. Oleh karena itu, kami dari Unsrat mengajak para mahasiswa untuk berwirausaha dan mengambil kesempatan itu. Dalam kegiatan kali ini, para mahasiswa tidak hanya diberikan materi-materi tapi juga modal usaha sebesar 8 sampai 15 juta,” tuturnya.

“Bagi mahasiswa yang ingin mengakses dana tersebut, caranya dengan mengajukan proposal business plan ke bagian kemahasiswaan rektorat Unsrat. Lalu, berkonsultasi dengan mereka bahwa mahasiswa tersebut mau ikut program mahasiswa wirausaha. Batas waktu pemasukan proposal business plan sampai akhir bulan September,” tambah David.

Dalam kegiatan ini, lanjut David, Unsrat dan Kemenristekdikti telah mengadakan rapat pada bulan lalu dengan pembahasan tentang bagaimana menjalankan program wirausaha tersebut. Setelah kegiatan ini, bagi mahasiswa yang ingin dibimbing untuk menjadi pelaku wirausaha akan dibekali langsung oleh IEC Unsrat, dimulai dari cara membuat bisnis model kanvas atau business plan.

Rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Workshop Program Kewirausahaan Kompetisi Bisnis Mahasiswa, terdiri dari:

  • Pembukaan dan sambutan Rektor Unsrat yang diwakili oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsrat, Dr. Ir. HengkiJohanis Kiroh, M.S.
  • Materi Wirausaha oleh Koordinator Pusat Inovasi dan Kewirausahaan Unsrat, Dr. James D. D. Massie , S.E, M.Si.
  • Materi Bisnis Model Kanvas dan Business Plan oleh Vice Coordinator Program IEC Unsrat, Denny Mandey, S.E, M.Si.
  • Testimoni pelaku wirausaha oleh Ketua D’Market Grup Unsrat, David Mengko.
Ketua D’Market Grup Unsrat, David Mengko, saat memberikan testimoni pelaku wirausaha muda di Sosialisasi dan Workshop Program Kewirausahaan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Unsrat.

Kegiatan diikuti oleh para mahasiswa dan dosen perwakilan dari sebelas fakultas di Unsrat. (RE)