Isu Adanya PAW di legislatif Manado

Manado 31/10(Komunikasulut.com)– Setelah tepilihnya Christiany Eugenia Tetty Paruntu, sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara, isu akan adanya Penggantian Antar Waktu (PAW), di tubuh Fraksi Golkar DPRD Kota Manado, kembali mencuat.

Hal ini dikarenakan, beberapa kader Golkar yang saat ini duduk di kursi legislatif, telah di anggap pembangkang, atau dengan kata lain, tidak mentaati perintah DPP. Seperti diungkapkan Adolf Budiak, Senin siang, di ruang Fraksi Golkar, Sekertariat DPRD Kota Manado

Dikatakannya, ada beberapa kader yang dirasa sangat layak untuk masuk ke DPRD, jika kelak nanti terjadi PAW. Apalagi jika dilihat dari sisi loyalitasnya kepada partai, ada sekitar dua sampai empat kader, yang sangat pantas untuk duduk sebagai wakil rakyat.

“Jika nanti terjadi Penggantian Antar Waktu, dari dapil Singkil-Mapanget, ada Udin Musa dan Joula Bukara. Sedangkan dari dapil Tuminting-Bunaken juga dua kader yang potensial, Jhon Kasehung dan Hentje Palit,” tutur orang dekat Ketua DPD II Partai Golkar Kota Manado, Danny RWF Sondakh ini.

Ditambahkan, loyalitas kader terhadap keputusan partai, memang sangat berandil besar, terhadap keputusan-keputusan yang nantinya akan diambil oleh DPD I. Karenanya, potensi yang ada dalam diri kader, harusnya juga dibarengi oleh ketaatan terhadap ketusan partai.

“Sebab keputusan tertinggi ada di DPP. Apabila ada kader, apalagi yang duduk di kursi DPRD, dengan sengaja tidak mengindahkan serta menuruti perintah DPP, harusnya segera dievaluasi, jika ditemukan kesalahan harus diberi sanksi yang tegas, kalau perlu PAW,” tandas Adolf tegas.(Dims)