BPBD Sosialisasi Destana Manado

Manado, 3/11 (komunikasulut.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado, sosialisasikan desa tangguh bencana (destana) di Kota Manado. 

“Desa tangguh bencana dibentuk berdasarkan Peraturan Kepala BNPB RI, nomor 1/2012, dan di Manado sudah dibentuk empat kelurahan, yakni Tumumpa II, Ternate Tanjung, Pakowa dan Dendengan Dalam,” Kata Asisten III Sekretaris Daerah Kota Manado, Frans Mawitjere, dalam sosialisasi di Manado.

Dia mengatakan, dengan adanya empat kelurahan sebagai sebagai desa tangguh bencana di Manado, maka masyarakat yang sebelumnya selalu menjadi objek bencana sudah menjadi subjek bencana. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap-siagaan BPBD Sulawesi Utara, 
Intan Montol, mengatakan daerah ini berada di lingkar bencana, karena berada di pertemuan lempeng sehingga selalu terjadi gempa. 

Sehingga katanya, maka BPBD provinsi menyusun rencana kontijensi dan penyusunan rencana gladi banjir dan longsor 2017 bersama TNI/Polri. 

Sementara kepala BPBD Manado, Maxmilian Tatahede, mengatakan menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi masyarakat dan menjauhkan dari bencana demikian sebaliknya. 

“Karan itulah, maka di Manado dibentuk desa tangguh bencana dan empat kelurahan ditunjuk dengan berbagai penilaian termasuk pemetaan bencana yang dilakukan pemerintah,” katanya. (Dims)