Jokowi Tegas Bangun Sumber Daya Indonesia

Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, saat memberikan sambutan di Kongres Trisakti XX GMNI di Graha Gubernuran, Kel. Bumi Beringin, Kec. Wenang, Manado, Rabu (15/11/2017). (fto:ist)

Manado, KomunikaSulut — Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, membuka secara resmi rangkaian kegiatan Kongres Trisakti XX Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Graha Gubernuran, Kel. Bumi Beringin, Kec. Wenang, Manado, Rabu (15/11/2017) pukul 09.40 WITA.

Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan kedatangannya di Manado secara khusus untuk membuka Kongres Trisakti XX GMNI. Karena itu merupakan janjinya kepada Ketua Presidium GMNI Pusat, Chrisma Damanik, pada saat pertemuan beberapa waktu yang lalu di Istana Negara.

“Tadi malam saya sampai di Kota Manado pukul 02.30 WITA. Hal ini saya lakukan hanya untuk Kongres keduapuluh GMNI. Saya sudah capek sebenarnya, tapi karena sudah berjanji kepada Chrisma, maka saya harus tepati itu dan saya sudah buktikan dengan berada disini,” kata Presiden RI ketujuh tersebut.

Saat ini, lanjut Jokowi, banyak pejabat negara yang sering ragu dalam menetapkan keputusan. Pertimbangannya kareni nanti akan jadi polemik dan ramai diperdebatkan. Seharusnya kita jangan ragu karena nantinya keputusan itu akan jadi sejarah bangsa ini. Menurut saya hal seperti ini sangat fundamental dan mendasar sekali. Kita punya ideologi negara yang kuat, jadi jangan pernah ragu untuk itu.

Contohnya perihal penetapan tanggal 1 Juni 2016 sebagai hari Pancasila dan hari libur nasional. Setelah diputuskan tidak terjadi apa-apa kok. Dari dulu tidak ada yang berani mengambil keputusan. Lalu, seperti halnya tentang pengambilan keputusan masalah Perppu Nomor 2 Tentang Ormas, FreeportIllegal Fishing, anggaran infrastruktur dan pemerataan infrastruktur (Bandar Udara Wamena, Jl. Trans Papua, Pelabuhan di Halmahera, Tol Trans Sumatera, Tol Trans Sulawesi, dan lain-lain), BBM 1 harga, pembangunan manusia, lanskap ekonomi, lanskap politik, generasi millennial, dan perguruan tinggi vokasi, semuanya akan sangat mempengaruhi perkembangan Indonesia di tengah perkembangan dunia yang semakin maju ini. Mau tidak mau semuanya itu yang merupakan sumber daya yang ada di Indonesia harus dilakukan pembangunan besar-besaran kalau kita tidak ingin ditinggal oleh negara lain.

Segala keputusan itu telah saya instruksikan kepada para menteri. Jangan ragu dan siapkan saja setiap keputusan itu, nanti saya yang bertanggung jawab atas apapun resikonya. Bagaimanapun, inilah hak dan kewenangan yang saya miliki. Jika keberanian itu tidak kita lakukan, kita akan selamanya menjadi ragu-ragu dan tertinggal. Jika kita tidak berani mengambil keputusan seperti itu, jangan harap Indonesia bisa bersaing dengan negara tetangga.

Saya percaya kita semua tidak mau tertinggal dan kalah dengan negara kecil di sekitar kita. Saya yakin dengan kekuatan persatuan kita, dengan kekuatan potensi yang kita miliki, Indonesia pasti bisa bersaing dengan negara manapun. Sekian penyampaian dari saya, dengan mengucapkan Bismilah Hirohman Nirohim, saya buka Kongres GMNI Trisakti keduapuluh di Manado, tandas Jokowi.

Selain itu, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, S.E, dalam sambutannya sangat mengapresiasi pengelenggaraan Kongres Trisakti GMNI keduapuluh di Manado, terlebih kedatangan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, bisa melengkapi semarak perhelatan nasional kali ini.

“Mewakili masyarakat Sulut, saya ucapkan selamat datang kepada Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo beserta jajaran di Bumi Nyiur Melambai. Kami berharap dengan kedatangan Bapak Presiden di Manado tidak hanya sekedar berkunjung, tapi meninggalkan sesuatu demi menunjang program pembangunan yang ada di Sulut,” pungkasnya.

“Kegiatan Kongres Trisakti GMNI keduapuluh sangat diapresiasi oleh masyarakat Sulut, mengingat ini adalah pertama kalinya diselenggarakan di Manado. Kegiatan ini menjadi lengkap dengan kehadiran Presiden RI ketujuh. Ini menjadi momentum bersejarah bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sulut. Oleh karena itu, harapan saya kedepannya semoga pemerintah pusat bisa selalu bersinergi dengan warga GMNI dalam mempertahankan ideologi serta kedaulatan negara, dan kemerdekaan pembangunan di Indonesia bisa merata sampai di pelosok daerah,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Pembukaan Kongres Trisakti XX GMNI di Manado adalah sebagai berikut:

  • Penampilan Koor Universitas Negeri Manado;
  • Menyanyikan Lagu Indonesia Raya;
  • Mengheningkan Cipta dipimpinan Sekertaris Jenderal (Sekjend) Presidium GMNI, Pius Bria;
  • Membacakan Teks Proklamasi Pancasila;
  • Menyanyikan Mars GMNI;
  • Laporan Ketua Presidium GMNI, Chrisman Damanik;
  • Sambutan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, S.E;
  • Sambutan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo;
  • Pemukulan kentongan oleh Presiden RI sebagai tanda dibukanya rangkaian kegiatan Kongres XX Trisakti GMNI di Manado;
  • Doa tutup oleh Pdt. Lucky Rumopa, M.Th;
  • Presiden RI meninggalkan lokasi kegiatan;

Kegiatan pembukaan dihadiri sekitar 800 orang, terdiri dari peserta, tamu undangan, panitia penyelenggara, dan Pers. Turut hadir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung Wibowo, Ketua DPP PA GMNI, Ahmad Basara, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Kapolda Sulut, Irjen. Bambang Waskito, Pangdam XIII Merdeka, Ganip Warsito, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, dan seluruh Ketua Umum Organisasi Kepemudaan Cipayung+ (GMKI, PMII, PMKRI, KAMMI, dan HMI). (RE)