KPK Harapkan Tidak Ada Lagi Drama di Sidang Lanjutan Novanto

Jakarta, KomunikaSulut – Polemik di sidang perdana pembacaan dakwaan korupsi kasus E-KTP, Setya Novanto, pada Rabu (13/12/2017), diharapkan oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, tidak terjadi lagi pada sidang lanjutan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). Pasalnya, sidang perdana sering terganggu dengan kondisi kesehatan Novanto yang mengaku sakit diare sebanyak 20 kali, sehingga proses persidangan menjadi tidak ideal dan kondusif karena sering diskors.

“Novanto sempat meminta untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan lantaran mengalami batuk. Ada keluhan batuk yang kemudian sudah diberikan obat untuk itu. Jadi, soal diare dan yang lain-lain saya kira tidak ada lagi,” tegas Febri.

“Semoga tidak sakit, semoga persidangan bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Dalam persidangan perdananya di PN Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (13/12), wajah Novanto kala itu tampak lemas. Sesekali dia dipapah untuk masuk ruang persidangan.

Selama di meja hijau, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu tak menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan majelis hakim pengadilan negeri tipikor. Bahkan hingga dakwaannya dibacakan.

Hasil sementara Sidang Tipikor dugaan korupsi kasus e-KTP, Setya Novanto, didakwa melakukan intervensi terhadap penganggaran proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (e-KTP) yang berlangsung di DPR pada 2009-2013. (RE)