Wawali Bastiaan: 27.615 Warga Manado Terdampak Bencana

Manado, 20/12 (Komunikasulut.com) – Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan, mengatakan, sampai Selasa sore 19 Desember sebanyak 27.615 jiwa penduduk terdampak bencana dan 46 kelurahan diterjang banjir dan tanah longsor.

“Data terakhir yang dilaporkan menyebutkan 5.824 rumah kena banjir dan 296 diterjang tanah longsor di sembilan kecamatan di Manado, dan dua warga tewas,” kata Bastiaan dalam peraturan konferens di posko bencana Manado, Selasa malam.

Dia mengatakan, memang data masih terus diperbaharui, tetapi yang disampaikan tersebut sudah 95 persen dari 11 kecamatan di Manado, meskipun memang masih akan dibaharui dengan rincian, Malalayang tujuh kelurahan kena bencana dan 1.324 jiwa, dan 387 KK yang terdampak bencana, 328 rumah kena banjir dan enam diterjang tanah longsor, Mapanget ada 44 jiwa, 10 KK kena bencana, dimana 10 rumah kena banjir.

Kecamatan Wenang ada 2.416 jiwa dan 585 KK terdampak dan 299 rumah kebanjiran, Tuminting dua kelurahan 19 jiwa dari empat KK diterjang tanah longsor, Wanea 5.267 jiwa terdampak, dan 1.3295 KK , 1223 rumah dihantam banjir dan 172 tanah longsor, Paal Dua, ada 5.025 jiwa terdampak bencana dan 1.362 KK kemudian 1.118 rumah kena banjir dan 80 diterjang tanah longsor.

Kecamatan Tikala 4.406 jiwa dan 1.111 KK terdampak dan 973 kena banjir dan 33 tanah longsor, Sario ada 4.139 jiwa dan 1.227 KK terdampak dan 935 banjir dan satu kena tanah longsor dan di Singkil ada 4.975 jiwa dan 1.510 KK terdampak dimana 938 rumah kena banjir.

“Status darurat bencana masih berlaku, karena cuaca berdasarkan prakiraan BMKG masih berpotensi hujan lebat sampai awal Januari, namun warga Manado tenang dan tidak khawatir tetapi harus selalu waspada,” katanya. (Dims)