Tersangka Kasus “Pemecah Ombak” Masuk Tahap Dua

Manado, KomunikaSulut.ComĀ — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara memenuhi janjinya untuk pelimpahan tahap dua kasus dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pemecah Ombak senilai RP 15 miliar di desa likupang, Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2016.

Dengan diserahkannya barang bukti dan tiga tersangka yang terlibat dalam kasus korupsi, tim Jaksa penyidik Kejati Sulut yang dipimpin Erwin Purba, S.H, M.H, kepada jaksa penuntut umum (JPU), Kamis siang pukul 12.00 WITA.

“Tim Jaksa penyidik Kejati telah menyerahkan tersangka RT alias Rosa, kepala BPBD selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), SHS alias Steven selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan RM alias Obby selaku Direktur PT. Manguni Makasih Minahasa (MMM), beserta barang bukti kasus korupsi pemecah ombak di Desa Likupang kepada JPU. Jaksa menyatakan perkara tersebut sudah lengkap dan memenuhi syarat formil dan materil dan p- 21,” kata yonni Mallaka SH, Kepala seksi Penerangan Hukum Kejati Sulut.

Perbuatan para tersangka menyebabkan negara dirugikan sebesar 8,8 milyar, sesuai hasil perhitungan dari BPK Perwakilan Sulut, kata Malaka.

Ketiga tersangka dikenakan pasal 2 ayat (1), pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP, tegas Malaka.

Penahanan dilakukan 20 hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Manado sejak tanggal 25 Januari 2018 sampai 13 Februari 2018.

Sebagai informasi, penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Kejati Sulut ke penuntut umum pada Kejari Minut dilaksanakan di kantor Kejati Sulut, Tahap dua akan dihadiri para penasehat hukum terdakwa. (Dims)