Kejari Manado Tahan Kepala Inspektorat Manado

Manado, KomunikaSulut.Com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado resmi menahan oknum Kepala Inspektorat Manado, Drs. H.T, pada Selasa (30/1/2018) sekitar pukul 17.30 Wita. Penahanan tersebut didasari atas dugaan melakukan pemalsuan dokumen kependudukan.

“Kami resmi menahan selama 20 hari kedepan, terhitung mulai 30 Januari sampai 18 Februari 2018 nanti,” kata Plh Kejari Manado melalui Kepala Seksie Intelejen, Theodorus Rumampuk, S.H, di Manado, Selasa (30/1/2018).

Rumampuk menjelaskan, Drs. H.T. ditahan dan disangkakan melanggar pasal 93 UU Nomor 23/2006 JO UU 24/2013 tentang perubahan UU Nomor 23 dan Pasal 263 KUHP.

Menurut Rumampuk, H.T. ditahan setelah Kejari Manado menerima pelimpahan berkas yang sudah dianggap lengkap dari Polresta Manado, sehingga prosesnya berjalan di Kejari.

H.T. sendiri saat digiring ke mobil untuk menuju ke rumah tahanan Malendeng tidak banyak bicara dan hanya tersenyum –sambil meminta didoakan saja agar kuat menghadapi semua proses hukumnya.

Sebelumnya, dia sudah menceritakan kronologis terjadinya peristiwa disangkakan kepadanya. Diawali dari cerita mau kredit rumah sampai menyebabkan terbitnya KK yang dijadikan bukti untuk menuduhnya melakukan pemalsuan data.

Peristiwa itu menurut H.T. terjadi saat dia menjabat sebagai kepala BKD 2010, namun bukan disengaja sebab dia minta bantuan sekretaris dinas capil saat itu, A. Gagundali, untuk membuat KK Manado. Karena data SIAK masih berproses di Minahasa dan harus pindah ke Manado, maka data tidak lengkap itu yang jadi diterbitkan dan disitulah masalahnya –terjadi kesalahan pendataan.

Dia mengatakan kesalahan pendataan itu bermuara pada masalah, karena yang seharusnya –menurut dia– disebutkan istri pertamanya, Nontje Lomban, yang meninggal pada 2005, tertulis nama istri keduanya Magdalena Katuuk. Sehingga dikatakan sebagai pemalsuan dan akhirnya perkaranya bergulir sampai ke kejaksaan dan dia menjadi tersangka sampai ditahan Selasa (30/1/2018) sore. (Dims)