Komisi B DPRD Manado Sikapi Masalah PD Pasar

Manado, KomunikaSulut.Com — Menyikapi berbagai masalah yang terus terjadi di PD Pasar Manado, Komisi B DPRD Manado dipimpin ketuanya, Revani Pasaran, SH menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan perusahaan milik daerah itu, Senin, siang.

Dalam RDP yang berlangsung panas tersebut, berbagai hal mencuat, mulai dari kondisi terkini pasar tradisional pinasungkulan, Karombasan, yang direvitalisasi sampai permasalahan pedagang yang terus bergulir seperti bola panas membakar siapa saja yang menyepaknya.

“Kami mau tahu bagaimana kondisi terkini PD pasar pascarevitalisasi yang dilakukan dinas perdagangan, dan bagaimana kondisi para pedagang di situ,” katanya.

Direktur Utama PD Pasar, Ferry Keintjem, SE, mengatakan, untuk revitalisasi adalah kewenangan dinas PU dan perdagangan, kecuali penataan pedagang menjadi kewenangan mereka selaku pengelola pasar.

“Memang renovasinya hampir 100 persen selesai, namun belum bisa dimanfaatkan, mengingat belum diserahkan sepenuhnya ke PD pasar, oleh sebab itu banyak pedagang masih berjualan di pinggir jalan,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya menunggu penyerahan dari dinas PU dan perdagangan, kemudian menata pedagang sehingga bisa beraktivitas di pasar dengan normal kembali.

“Penataan pedagang pasar sudah dilakukan sesuai dengan Perda 1 tahun 2011, dan sekarang sudah ada peningkatan dalam penataan pedagang,” katanya.

Dalam RDP itu, Keintjem menjelaskan tentang denda, tunggakan dan biaya sewa yang tidak 100 persen dibayar pedagang, semisal Rp74.000/hari hanya dibayar Rp20.000/hari.

Sebab itu dia mengatakan, memberikan solusi kepada para penunggak yang tidak mampu membayar tunggakannya, karena sanksinya, dilarang atau tidak diizinkan berjualan lagi, maka diminta mengalihkan ke keluarga mereka yang ingin berjualan di pasar.

RDP tersebut dihadiri juga pimpinan komisi lainnya seperti Pingkan Nuah, Lily Walandha dan jajaran komisi B DPRD Manado. (Dims)