Pemprov dan DPRD Sulut Tegas Tuntaskan Makanan “Berboraks”

Manado, KomunikaSulut.Com — Setelah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado mengeluarkan surat edaran adanya makanan terkontaminasi zat kimia berbahaya/Boraks pada sejumlah bahan makanan di beberapa kawasan perdagangan di Kota Tinutuan tersebut, Pemerintah Sulut memberikan peringatan kepada masyarakat untuk lebih waspada dalam membeli dan mengonsumsi makanan.

Kepada awak pers, Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, mewanti-wanti kepada para oknum pedagang di Kota Manado untuk tidak lagi memproduksi makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut.

“Kita memberikan peringatan keras kepada semuanya. Jika sampai kedapatan lagi hal tersebut, usahanya akan ditutup. Sekali lagi ini peringatan untuk semuanya. Karena makanan ini bisa membahayakan masyarakat,” tegasnya di Kantor Gubernur, Rabu (7/2/2018).

Menurut wagub, ada 18 produsen mie yang masuk dalam pendataan kategori Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Kota Manado. Sebanyak 10 produsen telah memiliki surat izin dari pemerintah dan delapan sisanya belum mengantongi surat tersebut.

“Dan bagi yang belum mengurus surat izin agar segera diurus,” tambah orang nomor dua di Bumi Nyiur Melambai itu.

Pun Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Ferdinand Mewengkang, juga menginginkan kasus ini bisa segera ditindaklanjuti pihak yang berkewenangan.

“Setelah mengetahui informasi ini dari teman-teman wartawan, saya berharap hal ini bisa ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian. Jangan menunggu-nunggu, harus segera diungkap,” tuturnya di Kantor DPRD Sulut, Selasa (6/2/2018).

“Saya yakin boraks bukan hanya ada di mie dan bakso saja, tapi di makanan-makanan lain. Jika tidak ditindaklanjuti segera maka kedepannya akan semakin berakibat fatal. Waktu yang lalu juga kan pernah ada kasus ikan yang berformalin,” pungkas Politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Diketahui, praktik tidak terpuji itu terungkap setelah melalui penyisiran di lapangan dan surat edaran yang ditujukan kepada Pemprov Sulut oleh BBPOM Manado tanggal 31 Januari 2018. Data yang dipublikasikan terdapat 12 temuan dari 13 sampel mie basah dan satu temuan dari 10 sampel bakso di Pasar Bersehati mengandung zat boraks –persentasenya 92,31% di 12 sampel mie basah dan 10,00% di satu sampel bakso. Lalu ada tujuh temuan dari delapan sampel mie basah di Pasar Karombasan mengandung zat yang sama (87,50%). (RE)