Ketua Senat Unsrat: Jangan “Ngawur” Artikan Kunjungan KPK

Ketua Senat Unsrat, Prof. Dr. Ir. Janny Dirk Kusen, M.Sc. (fto:ist)

Manado, KomunikaSulut.Com — Kunjungan empat orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Selasa (13/2/2018), dengan maksud mengklarifikasi laporan temuan kelebihan bayar dari hasil audit BPK pada tahun 2015 yang melibatkan sekitar 2000 orang dosen dan pegawai Unsrat, menjadi polemik di kalangan civitas akademika dan masyarakat Sulut.

Ketua Senat Unsrat, Prof. Dr. Ir. Janny Dirk Kusen, M.Sc, pun menanggapi peristiwa ini sebagai hal yang wajar dan tidak perlu dilihat secara berlebihan, apalagi secara asal-asalan mengasumsikan kunjungan tersebut.

“Kunjungan KPK di Unsrat adalah hal yang biasa-biasa saja. Mereka dari bagian pengaduan masyarakat, tentunya mereka hanya melaksanakan tupoksinya untuk melakukan klarifikasi jika ada laporan,” jelasnya kepada KomunikaSulut, Rabu (14/2/2018).

“Dari hasil klarifikasinya kan belum ada kesimpulannya, kecuali sudah ada hasil bahwa temuan tersebut merugikan negara. Apalagi ada berita yang tidak pas menerjemahkan situasinya. Unsrat digeledah, wah baca lagi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia, red) apa arti geledah. Jangan ngawur,” tandasnya.

Senada dengan itu, Presiden Mahasiswa/Ketua Badan Eksekutif (BEM) Unsrat, Combyan Lombongbitung, menyikapi kunjungan KPK di Unsrat sebagai hal yang normatif dan mengimbau khalayak untuk menanggapinya secara objektif.

“Kedatangan KPK di Unsrat adalah hal yang baik dan kita semua wajib untuk mendukung upaya mereka dalam hal pemberantasan korupsi. Kalau pun ada hal-hal buruk yang terbukti ditemukan, yah berarti harus disikapi. Tapi kalau tidak ada, maka kita harus bersama-sama untuk selalu menjaga stabilitas Unsrat,” ujarnya. (RE)