Kontestasi Pilbem Fispol Unsrat 2018 dimulai

Foto bersama Ketua DPM Fispol (Kevin Mantuttri), Ketua KPUM (Aldi Pioh), Ketua Panwas (Muhammad Abdullah) beserta jajaran anggota dan kedua paslon Pilbem 2018, usai rapat pleno 1 penetapan kandidat Pilbem 2018 di Sekretariat DPM Fispol Unsrat, Rabu (21/2/2018).

Manado, KomunikaSulut.Com — Kontestasi pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Unsrat mulai digelar, Rabu (21/2/2018). Hengky Roboth-Tikka Misa (nomor urut 1) dan Junior Rawis-Tiara Piri (nomor urut 2) telah disahkan menjadi kandidat pasangan calon yang akan bersaing merebut hati civitas akademika di fakultas berjulukan Kampus Reformasi tersebut.

Kepada KomunikaSulut, Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Pilbem Fispol Unsrat, Aldi Pioh, menjelaskan mekanisme penyelenggaraan kegiatan.

“Kedua calon yang telah ditetapkan, dipastikan sudah lolos verifikasi data dan telah lengkap secara administrasi. Semuanya sudah jelas,” tuturnya.

KPUM sendiri, lanjut Aldi, perlu adanya kerjasama tim yang baik antara seluruh panitia untuk mengkoordinir setiap tugas dan tanggung jawab yang ada. Bagi saya sendiri, untuk pendistribusian tugas dimulai dari ketua sendiri. KSB ibarat keran, ketika KSB tidak bekerja dengan baik, otomatis kinerja anggotanya akan menjadi macet. Dari KSB barulah menginfluens kepada anggota

Jika ada anggota KPUM yang kedapatan melenceng dan berlaku tidak sesuai aturan serta tupoksinya, pasti akan langsung di tindak tegas oleh Panwas sebagai pihak yang bertanggung jawab dengan berdasarkan aturan yang berlaku tentunya, tegas Aldi.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pilbem Fispol Unsrat, Muhammad Abdullah, akan berusaha untuk mengawal kontestasi ini hingga berakhir dengan baik.

“Saya sendiri selaku ketua akan melakukan koordinasi yang baik dengan seluruh anggota Panwas dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan hingga selesainya kontestasi ini. Diharapkan seluruh anggota Panwas bisa selalu hadir untuk mensukseskan kegiatan ini,” pungkasnya.

Jika ada anggota Panwas yang melakukan penyimpangan dalam melaksanakan tugas dilapangan, tambah Abdullah, pasti akan langsung diberikan sanksi.

Kedepannya masih ada tahapan kampanye dan sesi debat bagi kedua pasangan calon, saya harapkan dari pihak pendukung kedua pasangan tidak ada yang berbuat kacau. Sehingga kegiatan ini bisa berakhir dengan kondusif, tutup Abdullah.

Tahapan Pilbem Fispol Unsrat 2018 adalah sebagai berikut:
– Tahapan Sosialisasi (19 Februari 2018)
– Tahapan Pendaftaran dan Verifikasi serta Penetapan Data Calon (20 Februari 2018)
– Tahapan Kampanye Bakal Calon (22-23 Februari 2018)
– Tahapan Debat Bakal Calon (26 Februari 2018)
– Tahapan Pemilihan (28 Februari 2018)

Diketahui, sesuai statuta ormawa Fispol Unsrat, Pilbem semestinya diselenggarakan pada akhir tahun 2017. Namun, karena kinerja anggota KPUM dan Panwas yang sebelumnya dianggap lamban oleh pimpinan fakultas, akhirnya struktur kepengurusan diganti dengan yang baru. Proses tersebut cukup menyita waktu dan Pilbem baru bisa diselenggarakan pada bulan Februari 2018. Pelaksana tugas (Plt) Ketua BEM Fispol, Olivia Angow, pun ditunjuk untuk mengakomodir Pilbem yang sementara berlangsung. Itupun yang menjadi penyebab kenapa transisi dari satu tahapan ke tahapan lainnya terkesan sangat singkat. (RE)