Wakil Ketua MPR RI Serap Aspirasi LAM Unsrat di “RUMAH ASPIRASI E.E MANGINDAAN”

Manado, KomunikaSulut.Com — Wakil Ketua MPR RI, Letjen (Pur) E.E. Mangindaan, menerima aspirasi para mahasiswa yang terhimpun dalam lembaga advokasi mahasiswa (LAM) Fakultas Hukum Unsrat Manado, di RUMAH ASPIRASI E.E MANGINDAAN, Jl. 14 Februari, Kel. Teling Atas Ling. 1, Kec. Wanea, Manado, Jumat (23/2/2018).

“Saya menyerap aspirasi dari mahasiswa dari Unsrat, mengenai berbagai hal yang berkaitan kemahasiswaan dan kondisi politik Indonesia saat ini,” kata Mangindaan.

Mangindaan minta para mahasiswa untuk menyampaikan secara terkonsep apa yang dituntut dari pemerintah supaya bisa diperjuangkan kepada pemerintah, supaya jelas, meskipun sudah mengerti suasana batin mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya dan akan memperjuangkannya di pusat.

Pendapat LAM Fakultas Hukum Unsrat yang diwakili oleh Duta Sumolang menjelaskan bahwa mereka menyampaikan aspirasi terkait berbagai masalah yang berhubungan dengan kemahasiswaan juga tentang UU MD3.

Menurutnya, mahasiswa harus menyampaikan bahwa hak aspirasi kepada wakil rakyat, sebab prihatin dengan kondisi hukum dan politik yang berkembang sekarang, mulai dari aturan dalam peraturan menteri pendidikan tentang nomor 155/1998 tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi.

Dalam aturan itu, katanya kegiatan mahasiswa dibatasi sepeti adanya jam malam karena tidak boleh ada kegiatan di kampus diatas jam 17.00 Wita, padahal ada yang baru selesai kuliah jam tersebut, sehingga kegiatan terasa dibatasi.

Masalah lainnya disampaikan Adven Mamuaya yang menyesalkan tidak ada transparansi dalam pembiayaan kegiatan mahasiswa apakah dari perguruan tinggi atau unit usaha yang lain, namun harus dipertanggungjawabkan dan tidak ada transparansinya.

Masalah lain yang disampaikan oleh Benyamin adalah UU MD3, tentang kewenangan DPR RI, serta pasal dalam KUHP tentang penghinaan presiden dan wakil presiden serta lainnya, dan itu yang diminta untuk ditahan sebagai bentuk keberpihakan kepada supremasi hukum.

Semua aspirasi diterima Mangindaan dan akan dibawa ke Jakarta untuk disampaikan maupun diperjuangkan di pusat. (Dims)