Junior-Tiara “Juarai” Pemilihan BEM Fispol Unsrat 2018

Pasangan calon nomor urut 2 Pilbem Fispol Unsrat 2018, Junior Rawis (kanan) dan Tiara Piri (kiri) ditetapkan menang secara aklamasi oleh KPUM dan Panwas. (fto:ist)

Manado, KomunikaSulut.Com — Kontestasi pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado 2018 berakhir dengan ditetapkannya pasangan calon nomor urut 2 (Junior Rawis-Tiara Piri) sebagai pemenang.

Keputusan tersebut ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dan Panitia Pengawas (Panwas) Pilbem Fispol Unsrat 2018 melalui sidang penetapan dan pembacaan berita acara tentang aklamasi yang digelar di lobi fakultas, Kamis (1/3/2018).

Kepada KomunikaSulut, Ketua KPUM Fispol Unsrat, Aldi Pioh, mengonfirmasi hal tersebut.

“Keputusan KPUM dan Panwas menetapkan paslon nomor urut 2 menang secara aklamasi bisa dijamin dan dipastikan sesuai aturan yang berlaku. Keputusan ini pun diambil mengingat paslon 1 telah menarik diri (walk out, red) ketika proses penghitungan surat suara akan dimulai, memperlambat kinerja KPUM dan banyak menyeleweng dari aturan KPUM sebagaimana tercantum dalam SK yang telah dikeluarkan,” jelasnya.

Surat Keputusan KPUM yang menetapkan Junior Rawis dan Tiara Piri (paslon nomor urut 2) menang secara aklamasi dalam Pilbem Fispol Unsrat 2018. (fto:ist)

Pasangan calon yang sudah sampai pada tahap terakhir, lanjut Aldi, adalah mereka yang sudah siap menurut kriteria KPUM untuk menjadi ketua dan wakil ketua BEM (Junior Rawis-Tiara Piri). Untuk resminya, harus ada pelantikan dari pimpinan fakultas tentunya.

Keputusan yang telah dibuat oleh KPUM dan Panwas bisa dipastikan sesuasi aturan yang berlaku. Selebihnya hasil pada hari ini akan di koordinasikan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa, red) kepada pimpinan fakultas, tandas Aldi.

Ketua Panwas, Muhammad Abdullah, pun memberikan kesimpulannya terhadap prosesi pesta demokrasi pemilihan BEM Fispol Unsrat 2018 dari awal hingga akhir kegiatan.

“Penetapan Junior Rawis dan Tiara Piri sebagai Ketua maupun Wakil Ketua BEM Fispol 2018 secara aklamasi oleh KPUM, menurut kami sudah sah. Karena sejak awal paslon 1 dan paslon 2 sudah menyatakan bersedia mengikuti segala kebijakan panitia. Namun, aksi walk out yang dilakukan paslon 1 secara mekanisme organisasi telah menarik diri dari keseluruhan kegiatan. Itulah yang menjadi landasan KPUM untuk menetapkan paslon dua menang secara aklamasi,” tegasnya.

“Pesta demokrasi tahun ini pun begitu berdinamika, namun alhamdulillah semua bisa berjalan dengan baik. KPUM cukup bijak dalam menyikapi dan memutuskan persoalan ini. Karena memang semestinya dan seharusnya KPUM yang memutuskan serta menetapkan hasil akhir kontestasi. Lalu melaporkan hasilnya kepada pimpinan fakultas untuk diketahui,” rangkumnya.

Selain itu, Ketua DPM Fispol Unsrat, Kevin Manttutri, mengklarifikasi hasil sidang penetapan dan pembacaan berita acara aklamasi tersebut.

“Secara de facto paslon nomor urut 2 telah sah terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM Fispol Unsrat. Keputusan ini sudah final. Jika ada dalih bahwa prosesi pemilihan BEM tidak sah dan ada kecurangan, maka kami memberikan ruang bagi paslon nomor urut 1 untuk menempuh jalur hukum. Kami hanya menjalankan segala prosedur sesuai statuta yang berlaku,” ujarnya.

“Pihak KPUM, Panwas dan DPM sudah menyampaikan kepada pimpinan fakultas mengenai proses aklamasi yang akan dilakukan dan mereka menanggapinya secara positif. Oleh karena itu, kami berani untuk melaksanakan proses aklamasi tersebut,” tutup Kevin. (RE)