Komisi B Fasilitasi Keluhan Warga soal Tiang PLN

Manado (Komunikasulut.com) – Komisi B DPRD Manado, memfasilitasi protes warga soal pembangunan gardu PLN dalam rapat dengar pendapat yang dihadiri PLN, warga dan pemerintah kota, Rabu siang.

“Kami harus mendirikan dua tiang listrik sebagai gardu di depan rumah warga di Teling, karena di area itu lampu padam sudah lebih dari delapan jam, sehingga harus diambil langkah memecah beban dengan mendirikan gardu tambahan, agar listrik menyala,” kata Menejer PLN Cabang Manado, Poltje Mangundap.

Dia mengatakan, itu adalah langkah terbaik dilakukan kemudian cari lokasi ditemukan, dan minta pala untuk membantu bicara sehingga pekerjaan dilakukan vendor.

Sedangkan asisten Menejer, Yani Sigar, mengatakan bicara dengan pala, dan akhirnya tiang didirikan di jalan depan rumah milik Ata, dikerjakan vendor dengan anggaran sekitar Rp10 juta.

Sebaliknya Ata, menolak dan mengatakan tidak menerima uang, tetap minta tiang dibongkar dan dipindahkan ke tempat lain, karena kuatir dengan bahaya.

Lily Walandha dan Revani Parasan, yang memimpin RDP mendengarkan semua penjelasan semua pihak, dan berusaha menyelesaikan agar ada solusi terbaik, bahkan menurutnya jika memang tak bisa saling mempertemukan pendapat bisa menyelesaikan lewat jalur hukum.

Namun Benny Parasan mengatakan, jika mengacu pada UU 30 tentang kelistrikan harus ada izin jika mau membangun gardu, dan jangan merugikan masyarakat.

Sementara wakil pemerintah, Roy Sekeon, mengingatkan bahwa pembangunan jika sudah di jalan, maka itu tak perlu izin karena merupakan fasilitas umum. (Dims)