Komisi C Kritik PUPR Belum Surati Balai Jalan Soal Jalur Ambulans

Manado, komunikasulut.com — Komisi C DPRD Manado mengkritik Dinas PUPR yang belum menyurati balai jalan perihal rencana membangun jalur ambulans dan pembongkaran median jalan di Bahu sampai Malalayang.

“Hal itu kami ketahui ketika melakukan konsultasi ke balai jalan, ternyata Dinas PUPR Manado belum membuat kajian dan telaahan serta belum mengajukan permintaan secara tertulis ke balai jalan,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Manado, Lieneke Kotambunan, di Manado.

Srikandi Partai Gerindra itu mengatakan sesuai ketentuan jalan Wolter Mongisidi di Malalayang, milik negara, maka harus minta izin jika jika melakukan pembongkaran, tetapi itu yang sampai awal pekan ini belum dilakukan PUPR Manado.

Apalagi, katanya, sampai hari ini baru dikomunikasikan secara lisan, sehingga pembongkaran median jalan yang dilakukan dianggap sebagai sebuah kesalahan.

“Ketika berkonsultasi di balai jalan, diketahui bahwa sampai saat ini belum ada payung hukum untuk membuat jalur khusus ambulans, kecuali jalan layang, juga saat balai jalan, melakukan hitung-hitungan, ternyata jalur ambulans itu sempit dan malah hanya akan membuat kemacetan baru, dan yang penting jalan itu aset pusat bukannya Manado,” katanya.

Dia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak berniat menghambat pembangunan, tetapi dalam fungsi pengawasan, mengingatkan dinas PUPR Manado, supaya tidak melanggar aturan dan jangan berdampak hukum di kemudian hari. (Dims)