Pdt Arina Jadi Ketua Sinode GMIM ke-16

Manado, komunikasulut.com — Pemilihan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) di  perhelatan Sidang Majelis Sinode (SMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ke-79, berjalan kondusif di Convention Hall, Grand Kawanua International City (GKIC), Novotel Manado, Rabu (21/3/2018).

Pdt. Dr. Hein Arina, M.Th, terpilih menjadi Ketua BPMS GMIM periode 2018-2022 melalui sistem E-Voting dengan total perolehan suara sebanyak 1.110 suara, mengungguli jumlah suara dari Pdt. Dr. Hendry Runtuwene, S.Th, M.Si, yaitu 466 suara dan Pdt. Petra J. Rembang, M.Th, sebanyak 96 suara.

Sebanyak 1.744 orang peserta yang merupakan utusan dari 937 jemaat dan 126 wilayah pelayanan GMIM menggunakan hak pilihnya.

Walikota Manado, Dr. Ir. G.S. Vicky Lumentut, S.H, M.Si, DEA, yang juga Ketua Pria Kaum Bapa Sinode GMIM 2018-2022, optimis dengan hasil sidang pemilihan ketua sinode.

“Apa yang dihasilkan dalam proses pemilihan Ketua BPMS GMIM, kita aminkan bersama sebagai bagian dari rencana Tuhan untuk masa depan GMIM. Kalau saat ini Pendeta Hein Arina terpilih secara demokratis sebagai Ketua BPMS GMIM Periode Pelayanan 2018-2022, ini semata-mata karena campur tangan Tuhan dan pekerjaan Roh Kudus. Mari kita semua menerimanya dengan iman,” himbaunya.

“Atas nama pribadi dan keluarga saya Keluarga Lumentut-Runtuwene, serta atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Manado mengucapkan selamat atas terpilihnya Pendeta Hein Arina sebagai Ketua BPMS GMIM Periode Pelayanan 2018-2022,” tandas beliau.

Kelancaran tahapan pemilihan tidak lepas dari peran Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, S.E, selaku Ketua Panitia SMS GMIM ke-79. Beliau berhasil mengawal seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai dengan kondusif.

“Terimakasih karena telah mempercayakan saya jadi ketua panitia pemilihan. Pemilihan dengan E-Voting ini sangat terjamin kerahasiaannya. Semua database tersimpan di server. Tidak ada yang tahu siapa yang dipilih peserta, kecuali peserta itu sendiri,” ucap Olly.

Mekanisme pemilihan menggunakan sistem E-Voting mencetak sejarah dalam SMS GMIM. Karena selama 79 kali pagelaran akbar ini diadakan, sistem ini baru pertama kali digunakan untuk menyatakan hak pilih para peserta.

Hal unik pun terjadi dalam suasana pemilihan. Para peserta yang telah selesai menggunakan hak pilihnya diberikan cokelat oleh Olly. Sehingga animo dan antusiasme para peserta semakin bertambah.

Berdasarkan informasi di website GMIM (https://www.gmim.or.id/sejarah-singkat-gmim/), berikut daftar Ketua BPMS GMIM sejak berdirinya pada tahun 1934:

  1. Ds. E.A.A.D de Vreede (1934-1935)
  2. Ds. C.D. Buunck (1935-1937)
  3. Ds. H.H. van Herweden (1937-1941)
  4. Ds. G.P.H. Locker (1941-1942)
  5. Ds. A.Z.R. Wenas (1942-1951)
  6. Ds. M. Sondakh (1951-1954)
  7. Ds. A.Z.R. Wenas (1955-1967)
  8. Ds. R.M. Luntungan (1967-1979)
  9. Pdt. Dr. W.A. Roeroe (1979-1990)
  10. Pdt. K.H. Rondo (1990-1995)
  11. Pdt. Prof. Dr. W.A. Roeroe (1995-2000)
  12. Pdt. Dr. A.F. Parengkuan (2000-2005)
  13. Pdt. Dr. A.O. Supit (2005-2010)
  14. Pdt. Piet M. Tampi, S.Th, M.Si (2010-2014)
  15. Pdt. Dr. Henny W.B. Sumakul (2014-2018)

Berdasarkan hasil SMS GMIM ke-79, Pdt. Dr. Hein Arina, M.Th, dipastikan menjadi Ketua Sinode GMIM ke-16. (RE)