Pinontoan: Membangun Unsrat Perlu Semangat Persatuan

Aksi panggung dari Ketua Panitia Paskah Unsrat, Prof. Dr. Ir. Benny Pinontoan, M.Sc, yang sekaligus Dekan FMIPA Unsrat.

Minahasa, komunikasulut.com – Perayaan Paskah Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang diselenggarakan di Bukit Tetempangan, Desa Koha, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Kamis (5/4/2018), berhasil menciptakan semangat persatuan bagi seluruh komponen civitas akademika yang ikut serta.

Di tengah banyaknya terpaan isu miring yang akhir-akhir ini sering dilontarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab perihal tahapan pemilihan rektor Unsrat yang sementara berlangsung, perayaan Paskah ini dapat mencerminkan eratnya hubungan kekeluargaan antara unsur pimpinan, dosen/staf pendidik dan mahasiswa di Kampus Si Tou Timou Tumou Tou itu.

Ketua Panitia Paskah Unsrat, Prof. Dr. Ir. Benny Pinontoan, M.Sc, pun mengungkapkan hal itu.

“Paskah adalah pesta kemenangan Tuhan Yesus atas maut. Tapi itu didahului dengan penderitaan yang luar biasa hingga kematian Tuhan Yesus di kayu salib untuk penebusan dosa. Itu yang kita coba munculkan pada perayaan Paskah ini,” jelas Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsrat itu.

“Momentum ini juga yang ingin kita manfaatkan untuk mengingatkan semua pihak bahwa fokus kita adalah membangun Unsrat dan itu perlu semangat sinkronisasi serta persatuan. Kiranya momentum Paskah ini dapat membangkitkan semangat itu kembali yang belakangan ini agak pudar,” tuturnya.

Selain itu, dalam sambutan Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA, beliau mengimbau seluruh civititas akademika Unsrat agar tidak mudah diprovokasi dan tidak mudah dimanfaatkan hanya karena perbedaan pandangan.

“Berbeda pilihan dan pandangan itu adalah hal yang biasa. Namun, jangan sampai kita terpecah belah sehingga bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membuat Unsrat menjadi rusuh dan kacau. Marilah kita hormati setiap proses yang sementara bergulir dan tetap solid dalam menjaga kondusifitas kampus,” ujar beliau.

“Mari kita terus bergandengan tangan, merapatkan barisan dan menjaga nama baik Unsrat. Jangan sampai tercemar oleh aksi-aksi pihak luar yang sengaja merusak citra kampus kebanggaan kita. Hidup dalam harmoni dan kebersamaan sangat penting agar Unsrat terus berjaya,” tutup Prof. Kumaat.

Perayaan Paskah dihadiri ratusan komponen civitas akademika Unsrat, Pemerintah Provinsi Sulut yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, dr. Liestje G. L. Punuh, M.Kes, dan tamu undangan: tokoh GMIM, Pantekosta dan Khatolik, serta para artis rohani ibukota (Maya Rumantir, Obbie Mesakh dan John Tanamal).

Perayaan Paskah dirangkaikan dengan peribadatan, drama Paskah, ragam lomba, ragam aksi panggung, pengundian doorprize, santap kasih bersama dan diakhiri dengan pesta kembang api. (RE)