Max Siso: E E Mangindaan Masih dibutuhkan Masyarakat Sulut di Nasional

Tokoh Masyarakat Sulut, Max Siso bersama E.E. Mangindaan.

Manado, komunikatsulut.com — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Partai Demokrat, Dapil Sulawesi Utara, Letjen TNI (Purn) E.E. Mangindaan, S.Ip, dianggap sebagai sosok yang masih dibutuhkan masyarakat Sulawesi Utara untuk terus berperan dalam tatanan pemerintahan di daerah maupun nasional.

Seperti yang diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Sulut, Max Siso, kepada komunikasulut. E.E. Mangindaan dinilai sebagai seorang pemimpin yang ideal dan seorang yang sangat penting dalam sistem pemerintahan nasional.

“Pak Mangindaan merupakan seorang pemimpin yang arif dan bijak. Pemimpin yang sangat mengenal kesantunan politik. Pengalamannya yang membuat dia bisa berada di wilayah-wilayah yang sangat sulit untuk sebagian orang dalam mengambil sikap, tapi beliau tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Walaupun dinilai orang hal itu adalah tindakan yang menyerempet bahaya,” jelasnya.

“Semoga Pak Mangindaan dengan kondisi fisiknya saat ini belum ingin mengakhiri perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena tanggung jawab yang dihadapi masih membentang jauh kedepan. Saya akan merasa menyesal jika hal itu terjadi. Beliau merupakan orang yang masih sangat penting dan memiliki peran yang strategis di lembaga-lembaga politik,” tandas Siso.

Menanggapi hal itu, E.E. Mangindaan menunggu restu dari masyarakat Sulut untuk terus melanjutkan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

“Jika masyarakat masih menginginkan saya untuk maju, maka saya siap untuk terus memberi diri dalam memperjuangkan kepentingan Sulut di Senayan,” ungkap E.E. Mangindaan.

Tokoh masyarakat Sulut; Elldi Kumaat, Max Siso, Dr. Elisa Regar, M.Hum, dan Arnold Pangkey, bersama E.E. Mangindaan.

Diketahui, berbagai jabatan strategis yang pernah diemban E.E. Mangindaan adalah sebagai berikut:

  • Komandan Danton s/d Danyonif Kodam 1/1SK/Aceh, 1965–1977
  • Komandan Danrem 084/Baskara Jaya Kodam V Brawijaya, 1987–1988
  • WAASOOPS Kasum ABRI Jakarta, 1988-1991
  • Pangdam VIII/Trikora/Malirjaya Maluku – Irian Jaya, 1991–1993
  • Dan SESKOAD TNI AD Bandung, 1993-1995
  • Gubernur Sulawesi Utara 1995–2000
  • Anggota DPR/MPR RI (Ketua Komisi II), 2004–2009
  • Menteri PAN dan RB, 2009–2011
  • Menteri Perhubungan, 2011–2014
  • Anggota DPR RI 2014-2019
  • Wakil Ketua MPR RI, 2014–2019

Selama menjabat dalam tatanan pemerintahan, beliau telah banyak memberikan hasil karyanya bagi masyarakat Sulut. Di antaranya semasa menjadi Menteri Perhubungan RI beliau berhasil membangun Sekolah Pelayaran di Kabupaten Minahasa Selatan, membangun Bandara di Kabupaten Bolaang Mongondow, membangun Bandara Perintis di Kabupaten Bolmong Selatan, membangun 8 Pelabuhan dan bantuan 8 Kapal Perintis di Kabupaten Sangihe, Talaud dan Sitaro, menjadikan Pelabuhan Bitung sebagai Hub Port (Pintu gerbang Asia-Pacifik), memperjuangkan pengangkatan tenaga honorer di Sulut menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) semasa menjadi Menteri PAN-RB, serta masih banyak karya-karya lainnya sebagai Gubernur Sulut.

Hingga saat ini E.E. Mangindaan yang juga sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, masih aktif turun untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulut. Tidak mengherankan jika sosok E.E. Mangindaan masih diharapkan untuk melanjutkan kekaryaannya di tatanan pemerintahan nasional sebagai wakil rakyat Sulut. (Red)