PERAPI-Combiphar-Unsrat Simposium Penanganan Luka Bakar Pakai Mebo

para narasumber menjelaskan tentang penanganan luka bakar dan penggunaan mebo (Dims)

Manado, komunikasulut.com — Untuk memberikan pemahamanan lebih serta meningkatkan kemampuan klinis, para dokter umum, dalam menangani luka bakar Perhimpunan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Combiphar dan siloam, menggelar simposium dan workshop di Manado.

“Simposium diikuti oleh 200 dokter umum, dan ini lenih banyak dari sebelumnya di Kupang yang hanya diikuti 86 peserta, tujuannya untuk penyadaran penatalaksanaan penanganan luka bakar yang lebih optimal dari dokter umum,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PERAPI, Dona Savitri, di Manado, Sabtu.

Selain itu, katanya, dengan memberikan penyadaran bisa mengurangi angka mortalitas dan mordibitas, dan para dokter umum, akan meningkat kemampuan klinisnya, dalam penatalaksanaan luka bakar pada kasus emergency, dengan materi “burn and wound”.

Acara itu juga disertai ada workshop atau praktek yang meliputi penanganan gawat darurat dan ada video simulasi penanganan luka bakar, yang menggunakan MEBO.

“Mebo merupakan produk farmasi, yang kandungan utamanya adalah wijen, atau sebagian besar alami sehingga baik digunakan dan mempercepat penyembuhan luka bakar,” katanya.

simposium sehari yang digelar Sabtu di Aryaduta. (dim)

Sementara itu, ahli bedah plastik dari Universitas Sam Ratulangi Manado, Mendy Oley, mengatakan, dengan makin banyaknya tenaga medis yang paham, penanganan terintegrasi terhadap luka bakar, baik ringan maupun serius akan menekan risiko cacat dan kematian.

“Karena itu, maka perlu pemilihan produk perawatan luka yang tepat, dimana yang terpenting adalah terciptanya kondisi lembab pada area luka untuk menunjang kesembuhan,” katanya

Dia mengatakan, dengan mengedukasi para dokter umum, dokter jaga di puskesmas yang merupakan lini terdepan untuk menangani hal tersebut sedini mungkin, juga mengajak masyarakat untuk sebisanya mencari layanan kesehatan terdekat ketika ada luka bakar, karena kejadian itu paling banyak adalah dari kecelakaan dalam rumah tangga.

Senior GM Coorporate Communication Combiphar, Dewinta Hutagaol, mengatakan, seminar tersebut diikuti oleh 200 dokter umum di Manado, yang diharapkan dapat meningkat kemampuan klinisnya dalam melaksanakan penanganan luka bakar, serta didukung produk farmasi produk farmasi yang bagus seperti Mebo.

Dia menjelaskan, combiphar merupakan perusahaan farmasi yang cukup lama di Indonesia, dengan produk sekitar 80 buah, yang sudah dikenal di Indonesia sampai ke luar negeri, sambil menyebutkan produk Mebo, insto, OBH combi dan lainya termasuk susu.

Sedangkan Senior GM marketing women’s health and active Day Care Combiphar, Ni Ketut Sukartiwi, mengatakan, kasus luka bakar banyak terjadi pada anak-anak dibawah usia lima tahun, dimana data riset Kementerian Kesehatan menyebutkan pada 2013 luka bakar menempati urutan keenam, penyebab cedera tidak disengaja.

“WHO mencatat 195 ribu jiwa meninggal setiap tahun karena luka bakar, dengan kelompok umur 1-4 tahun yang paling rentan, terkena luka bakar dan tingkat prevalensi 1,5 persen, karena itulah maka kami melalui produk mebo yang dipercaya sejak 2006, mengedukasi ibu-ibu meningkatkan kesadaran mengenai pertolongan pertama terhadap luka bakar, jadi sediakan selalu mebo di kota obat yah,” katanya. (Dims)