HVM Serahkan Kompensasi dan Tegaskan Taat Aturan Berinvestasi

Suasana penyerahan kompensasi kemarin. (Ist)

 

Manado (Komunikasulut.com) – “Kami berinvestasi ikut aturan dan menepati semua perjanjian yang sudah disepakati dengan pemilik unit rumah, termasuk membayar kompensasi,”.

Demikian penegasan dari manajemen Holland Village Manado (HVM), saat penyerahan kompensasi unit rumah kepada para pemilik rumah di, Maxx Cofee, Lippo Plaza, Manado Senin sore.

Head Regional Lippo Grup Manado, Diana Kawatu didampingi GM HVM Vonny Manoi dan Humas Lippo Grup, Jenny Wullur, bersama CEO HVM Ketut Budi Wijaya, mengatakan, pihaknya menepati semua perjanjian dengan pemilik rumah, dengan menyerahkan rumah dan kompensasi.

“Bahkan saat libur lebaran kemarin, kami sudah menyerahkan 103 unit rumah, dan 2 Juli ini kembali memenuhi janji dengan menyerahkan kompensasi kepada 200 pemilik dengan nilai antara Rp20 juta sampai Rp120 juta,” kata Kawatu.

Sementara Budi Wijaya merinci perhitungan keterlambatan telah selesai dilakukan pada 30 Juni 2018 dan penyerahan dimulai 2 Juli 2018.

“Sedangkan periode penyerahan kompensasi berikutnya dijadwalkan 1 Oktober 2018 kemudian 1 Januari 2019 dan 31 Maret 2019,” kata Budi Wijaya.

Manajemen HVM menjelaskan tentang penyerahan kompensasi kemarin. (Dims)

Namun katanya, jika unit-unit rumah telah dapat diserahterimakan sebelum tanggal tersebut, maka penyerahan kompensasi akan dilakukan bersamaan dengan serah terima kunci.

Menurutnya, penerima kompensasi ada sekitar 200 pemilik rumah, dan yang belum sempat datang, Senin disilahkan datang kapan saja, di jam kerja.

Dia juga menambahkan sesuai perencanaan pembangunan sejak awal, HVM didesain menjadi suatu komunitas hunian yang dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan dan pusat komersial, ritel serta hiburan yang berkualitas.

“Demikian juga dengan fasilitas pendidikan Sekolah Dian Harapan (SDH) di HVM yang dibuka sejak 3 Agustus 2016 lalu, telah memiliki 530 siswa, dan tahun ini diperkirakan menerima siswa baru hingga berjumlah 720 siswa dan akan terus ditambah kapasitasnya agar dapat menampung 1.200 siswa,” katanya.

Dia mengatakan, SDH telah menjadi ikon Kota Manado sebagai sekolah favorit, berkualitas, mengutamakan pembangunan karakter dan menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar untuk mendukung program pendidikan dalam menghasilkan pendidikan berkualitas.

Mengenai kepatuhan berinvestasi, Jenny Wullur, selaku Humas Lippo Grup menegaskan, kalau pihaknya sellau taat aturan, tidak mungkin berusaha dan tak patuh pada aturan.

“Kami taat aturan, dan semuanya sedang berproses, Lippo berinvestasi sesuai aturan,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Manado, Charles Rotinsulu, mengatakan, saat semua perizinan HVM sedang berproses di Manado.

“Pihak menejemen sudah mengurus dan saat sedang berproses secara teknis di DPM-PTSP Manado, jadi mereka mematuhi semua ketentuan yang ditetapkan pemerintah, karena kami sudah menegaskan hal tersebut,” katanya. (dims)