Unsrat Restui 3.030 Mahasiswa KKT-118 Turun Lapangan

Foto bersama Rektor Unsrat, Ketua LPPM, Koordinator P3KKNT, Dosen Pengawas Lapangan, Dosen Pembimbing Lapangan dan seluruh mahasiswa peserta KKT-118 Unsrat yang secara resmi akan turun lapangan. (Dok. Unsrat)

Manado, komunikasulut.com — Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) resmi melepas 3.030 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Terpadu (KKT) angkatan 118, Selasa (4/7/2018). Kegiatan dipimpin langsung oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA, di gedung auditorium kampus.

Dalam sambutannya, Prof. Kumaat berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik Unsrat dan melakukan yang terbaik selama berkegiatan di lapangan.

“Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan bekerjalah dengan benar sebagai mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Jagalah nama baik Unsrat,” jelas Rektor Unsrat yang sedang menjabat di periode keduanya itu.

Rektor juga berpesan agar mahasiswa tidak melakukan hal-hal yang tidak mencerminkan citra sebagai seorang mahasiswa Unsrat selama ber-KKT; tidak menjadi profokator dan tidak menjadi sumber radikalisme.

“Kalian sebagai mahasiswa Universitas Sam Ratulangi dan sebagai warga Sulawesi Utara, satu hal yang ingin Rektor pesan. Jangan gunakan handphone untuk menyebar fitnah, menyebar hoax dan menyebar ujaran kebencian bahkan sampai radikalisme. Jagalah diri dengan baik, jagalah kesehatan dan jadilah mahasiswa yang cerdas,” tandas beliau.

Selain itu, Koordinator Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Kulliah Kerja Terpadu (P3KKNT) Unsrat, Dr. Ir. Rignolda Djamaluddin, M.Si, menginginkan KKT-118 bisa menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk lebih mengembangkan diri dan bermanfaat bagi masyarakat secara langsung.

“Semoga mereka bisa belajar kehidupan riil dalam masyarakat dan bisa mengembangkan kemampuan soft skill mereka untuk menjadi pribadi yang mandiri serta bertanggung jawab. Terlebih bisa membantu pembangunan daerah melalui pengembangan sistem informasi desa dan implementasi revolusi mental melalui pelayanan kepada masyarakat yang baik, serta program non-tematik yang disesuaikan dengan permasalahan masing-masing desa dalam berbagai aspek,” pungkasnya.

Rignolda pun mempercayakan tanggung jawab yang telah diberikan kepada mahasiswa KKT-118 Unsrat untuk tidak mencoreng nama baik almamater mereka saat berada di lapangan.

“Peraturan, tatib KKT jelas dan sudah diketahui mahasiswa, termasuk sanksinya,” tutupnya.

Berdasarkan data panitia, KKT-118 bertempat di 4 lokasi: Kabupaten Minahasa Tenggara sebanyak 1.157 mahasiswa, Kabupaten Minahasa Selatan sebanyak 1.729 mahasiswa, Kabupaten Kepulauan Talaud sebanyak 36 mahasiswa, Kabupaten Kepulauan Raja Ampat sebanyak 15 mahasiswa dan 100 orang mahasiswa yang mengikuti program KKT Khusus. Mereka akan berada di lapangan selama kurang lebih 1 bulan.

Para mahasiswa pun ditugaskan untuk mengimplementasikan sejumlah program kerja selama ber-KKT, di antaranya adalah proker tematik dan non-tematik: membuat Website desa, Sistem Informasi Desa (Simdes), video potensi desa dan berbagai program kerja lainnya yang menyesuaikan dengan kondisi masing-masing posko para mahasiswa. (RE)