Kelurahan Nataan Apresiasi Dedikasi Mahasiswa KKT-118 Unsrat

Sejumlah mahasiswa KKT-118 Unsrat Posko Kelurahan Nataan sedang mengikuti proses pembuatan gula aren dengan warga setempat.

Minahasa Tenggara, komunikasulut.com — Sebanyak 1.157 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Terpadu (KKT) angkatan 118 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sementara mengabdikan diri mereka di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara. Jangka waktu 23 hari diberikan untuk melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban mereka.

Dedikasi itu pun nampak di Posko Kelurahan Nataan, Kecamatan Ratahan, Mitra, Sulut. Disupervisi oleh Dr. Ir. Ronny A.V. Tuturoong, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), kinerja 13 mahasiswa di posko tersebut sejauh ini dinilai baik oleh perangkat desa setempat.

“Sebagai pihak pemerintah, kami merespon baik kehadiran mahasiswa KKT 118 Unsrat di Kelurahan Nataan. Etika dan disiplin para mahasiswa KKT begitu baik di mata masyarakat. Sampai saat ini mereka telah membantu kami dalam hal publikasi desa melalui website desa dan Simkel,” ujar Lurah Nataan, Dony Antou, S.Sos.

“Semoga mahasiswa KKT kedepannya bisa semakin bermanfaat dalam membagikan disiplin ilmu mereka yang beragam kepada masyarakat. Supaya ketika mereka meninggalkan tempat ini ada nilai plus yang diberikan dan diingat oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Koordinator Posko Kelurahaan Nataan, Ovel Purasa, memberikan kesannya selama berada di lokasi KKT.

“Perangkat Kelurahan Naatan menyambut  kami dengan baik. Dari Lurah Dony Antou, S.Sos, sekretaris kelurahan dan kepala lingkungan 1 sampai 4 menerima mahasiswa KKT 118 secara terbuka. Hal itu membuat kami lebih muda untuk membaur bersama masyarakat,” ungkap mahasiswa semester 7 di Fakultas Teknik Unsrat, Jurusan Teknik Elektro, Prodi Teknik Informatika itu.

“Selama lima hari berKKT disini, kami sudah diundang hampir di lima acara yang ada di kelurahan. Kami merasa nyaman disini, masyarakatnya begitu baik dan keperluan konsumsi kami terpenuhi,” jelas Ovel dengan ekspresi sumringah.

Ovel juga mengutarakan pendapatnya terhadap pelaksanaan KKT-118 Unsrat yang sementara berlangsung.

“Manfaat yang saya rasakan dalam mengikuti KKT, yaitu sebagai mahasiswa KKT yang menjadi Korpos saya bisa mengembangkan diri untuk belajar menjadi pemimpin di lapangan. Oleh karena itu saya ingin berpesan kepada seluruh mahasiswa KKT 118 agar jangan mengeluh, tetap semangat dan jangan mudah menyerah ketika berada di lokasi yang tidak ada signal,” tuturnya.

“Janganlah kita membuat masalah yang dapat mencoreng nama Unsrat. Semoga kita semua bisa terus menyesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kondisi lapangan, karena ada pepatah yang mengatakan, ‘Di ujung rotan ada emas,'” tutup Ovel.

Adapun, program kerja yang akan dieksekusi Posko KKT-118 Unsrat Kelurahan Nataan, terdiri dari proker tematik: pembuatan website desa/kelurahan, Simdes/Simkel, pelatihan operator perangkat desa mengenai Teknologi Informasi, pemutakhiran data, video/fim potensi desa; proker nontematik: kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, kerja bakti dan sebagai tambahan akan ada nonton bareng final piala dunia.

Kelurahan Nataan sendiri resmi berdiri pada tanggal 28 April 2010 dengan luas wilayah 1.003 Hektar. Terdiri dari 4 lingkungan dengan jumlah KK sebanyak 317 dan total penduduk sebanyak 1.268 jiwa; 675 laki-laki dan 593 perempuan.

Potensi desa yang dimiliki beragam, meliputi sektor pertanian: padi, jagung dan tomat; sektor tanaman perkebunan: kelapa, cengkih dan vanili; sektor perikanan darat: ikan mas dan mujair (nila); sektor peternakan: sapi, babi, ayam kampung, ayam ras, itik dan kambing. (RE)